IPB Siapkan Relawan "Trauma Healing" Korban Tsunami Banten

Dok. IPB Pembekalan Tim Relawan Trauma Healing IPB dilakukan selama 2 hari dari tanggal 9?10 Januari 2019.


KOMPAS.com - Tanggap bencana tsunami di Selat Sunda, Pusat Studi Bencana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) bekerja sama Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) menyiapkan Tim Trauma Healing.

Persiapan tim diawali dengan memberikan pembekalan lewat pelatihan yang akan berangkat ke lapangan. Dilansir dari laman resmi IPB (17/1/2019) sebagai tahap awal Departemen IKK FEMA IPB mempersiapkan 10 relawan.

Para relawan trauma healing terdiri dari alumni maupun mahasiswa dari program Sarjana IKK dan S2 Ilmu Keluarga.

Baca juga: Dosen IPB Asal Banyuwangi Ini Ciptakan Aplikasi Penerjemah Tangisan Bayi

 

Pembekalan Tim Relawan dilakukan selama 2 hari dari tanggal 9–10 Januari 2019. Materi diberikan mencakup pengenalan tentang psikologi trauma dan cara penanganan, Rapid Assesment untuk Trauma Bencana, Teknik Konseling dan Praktik, dan Teknik Trauma Healing.

Pembekalan disampaikan narasumber yang juga dosen Departemen IKK, Melly Latifah, Dwi Hastuti, dan Diah Krisnatuti.

Selain itu relawan juga dibekali Praktik Trauma Healing anak-anak dengan bermain, bernyanyi, dongeng, menggambar dan bercerita dari Tim Labschool Pendidikan Karakter IPB ISFA.

Melalui pembekalan ini diharapkan relawan mempunyai pengetahuan cukup dan sikap positif saat diterjunkan di lokasi bencana.

Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB, Yonvitner menjelaskan program trauma healing menjadi salah satu program yang perlu dilakukan di kawasan bencana. Kegiatan ini juga didukung Caritas-Germany selama fase tanggap darurat.

Penulis: Yohanes Enggar Harususilo
Editor: Yohanes Enggar Harususilo