Gandeng Investor, AP II Sebut Pembangunan Bandara Bisa Lebih Cepat

KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, di kantornya, Tangerang, Senin (16/7/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin meyakini rencana pencarian investor bakal mempersingkat waktu pengembangan 11 bandara yang bakal dilakukan pihaknya dalam beberapa waktu ke depan.

Pencarian investor itu sendiri tak terlepas dari rencana Angkasa Pura II (AP II) yang ingin memperoleh alternatif pembiayaan dalam pengembangan 11 bandara pada masa mendatang.

"Kalau dengan cara yang baru ini bisa mempercepat prosesnya karena kami kan tinggal bikin basic design, kami buat semacam skenario yang bisa memotong 50 persen waktu," kata Awaluddin, di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Awaluddin menambahkan, pengerjaan bandara jika menggunakan konsep AP II saat ini yakni dengan pembiayaan sendiri bisa makan waktu hingga empat tahun.

Baca juga: Kembangkan 11 Bandara, AP II Cari Alternatif Pembiayaan

"Misal kita mau bangun bandara di Magelang, mimpi bangun bandara di Magelang itu penganggarannya baru bisa disampaikan tahun depannya, mau bangun hari ini masuk RKAP tahun depan, itu saja sudah setahun. Kemudian melakukan planning, kemudian direview segala macam, makan waktu, planning selesai tender, tender masuk, konstruksi, itu empat tahun," jelas dia.

Rencana pencarian investor dan alternatif pembiayaan tersebut diharapkan Awaluddin bisa terealisasikan pada awal 2019.Rencana pencarian investor dan alternatif pembiayaan tersebut diharapkan Awaluddin bisa terealisasikan pada awal 2019.Pasalnya, saat ini dia dan manajemen AP II lainnya tengah fokus membentuk cara untuk menggaet investor untuk mewujudkan alternatif pembiayaan pengembangan 11 bandara.

"Sekarang ini kan kita sedang menyusun RKAP 2019 jadi nanti mana yang betul-betul masuk RKAP, mana yang akan masuk konsep partnership. Jadi kalau ditanya kapan ya paling cepat awal 2019 harus sudah jalan," sambungnya.

Sebagai informasi, AP II memiliki rencana pengembangan 11 bandara di dalam pipeline-nya. Awaluddin menjelaskan, untuk initial capex outlay-nya tidak kurang dari Rp 4,2 triliun.

"Ini kan berat banget, makanya kemudian kami melihat kalau begini sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan self financing," ujar dia

Awaluddin kemudian melanjutkan, dalam waktu dekat ini Angkasa Pura II bakal merealisasikan lima bandara dari 11 rencana bandara baru tersebut. Kelima bandara tersebut adalah Tjilik Riwut di Palangkaraya, Fatmawati Soekarnoputri di Bengkulu, Hanandjoedin di Belitung, Radin Inten di Lampung, dan Sibolga di Sumatera Utara.

Adapun total modal yang paling dibutuhkan untuk kelima bandara tersebut adalah sekitar Rp 1,6 triliun.

"Nah itu semua kan butuh capex yang cukup besar dan itulah kenapa akhirnya kami di internal sedang berdiskusi mencari alternatif pembiayan sehingga capex itu tidak semua digunakan. Sebab, sumber pendanaan kami saat ini cuma ada dua cara, satu modal sendiri atau cash dan yang kedua pinjaman, nah keduanya ini sekarang enggak cukup," sebut Awaluddin.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko
Editor: Erlangga Djumena