Sri Mulyani: Hasil Upaya Tekan Defisit Transaksi Berjalan Tak Instan

ANIS EFIZUDIN Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) menunjukkan piala pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penghargaan Finance Minister of the Year for East Asia Pacific Awards dari majalah ekonomi Global Markets. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin/wsj/2018.




JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Belakangan, pemerintah membuat mandatori penerapan biodiesel 20 persen atau B20 untuk mengurangi impor.

Selain itu, ada beberapa komoditas yang dinaikkan Pph impornya untuk menekan laju impor. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meski begitu, hasilnya tak serta merta langsung terlihat saat itu juga.

"Kalau pengaruh ke CAD tidak langsung pada kuartal sama. Tapi yang penting komponen yang menyumbang CAD bisa kita perbaiki kinerjanya," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Sri Mulyani mengakui penerapan B20 masih jauh dari angan. Implementasinya masih terhalang masalah transportasi dan peralatan. Ia memastikan hal tersebut akan segera diperbaiki.

Selain itu, penggunaan migas di dallam negeri meningkat. Sejumlah industri pun sudah siap menggunakan barang modal dari industri dalam negeri.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan terus memantau lebih dari 1.000 komoditas yang dinaikkan pajak impornya.

"Tentunya kita akan lihat dari CAD bisa diturunkan melalui measure, tidak hanya di impor tapi ekspornya," sebut Sri Mulyani.

Saat ini pemerintah tengah mengupayakan peningkatan ekspor komoditas unggulan di Indonesia. Sri Mulyani mengatakan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan mendapat tambahan modal Rp 5 triliun untuk menghidupkan komoditas ekspor dan barang yang bisa ditingkatkan kapasitasnya di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga terus menggenjot sektor pariwisata.

"Pariwisata yang menghasilkan devisa akan terus ditingkatkan. Kami akan monitor langsung hal tersebut," jelas Sri Mulyani.



Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Editor: Sakina Rakhma Diah Setiawan