Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Apa Rum Halal? Berikut Penjelasan MUI

Lihat Foto
PIXABAY/ Tony Prats
Ilustrasi rum atau rhum tradisional.
Penulis: Lea Lyliana
|
Editor: Lea Lyliana

KOMPAS.com - Rhum atau biasa dikenal rum esens banyak digunakan dalam pembuatan kue dan minuman. 

Di Indonesia rum banyak dipakai pada resep blackforrest, puding, vla, dan aneka kue lainnya. Penambahan rum dalam hidangan dapat membuat aroma dan rasanya lebih kuat. 

Baca juga:

Merujuk dari The Spruce Eats, rum merupakan minuman beralkohol yang merupakan hasil  fermentasi dan penyulingan tetes tebu atau molase. 

Rum asli umumnya mengandungan alkohol sekitar 40 persen. 

Jika demikian, apakah berarti makanan dan minuman yang menggunakan rum halal? Berikut penjelasannya. 

Apa rum halal? 

Berangkat dari Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal, dapat dikatakan bahwa rum adalah bahan non-halal atau haram. 

Pasalnya, rum sendiri adalah minuman alkohol. Oleh karenanya, penggunaan rum dalam minuman atau makan tidak dianjurkan.

Baca juga: Resep Rainbow Snow Skin Mooncake, Kue Bulan Tanpa Panggang

Penjelasan diatas merujuk pada uraian LPPOM MUI yang menyatakan bahwa produk makanan dan minuman tidak boleh mengandungan komponen rasa dan aroma yang diharamkan. 

Artinya, rum maupun minuman beralkohol lain seperti wiski dan bir tidak bisa dipakai pada makanan dan minuman. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Lihat Semua
Jelajahi