Kronologi Tabrakan Balap Liar Cameron Herrin yang Tewaskan Ibu dan Anak

Lihat Foto
Twitter/@missremi2
Cameron Herrin, pembalap liar di Florida yang menewaskan ibu dan anak, tetapi mendapat dukungan dari para netizen khususnya kaum hawa. [Twitter/@missremi2]
|
Editor: Aditya Jaya Iswara

TAMPA, KOMPAS.com - Kecelakaan Cameron Herrin dalam balap liar yang terjadi di jalan Bayshore Boulevard, kota Tampa, negara bagian Florida, Amerika Serikat (AS), terjadi pada 23 Mei 2018.

Dokumen pengadilan yang dirilis pada 31 Mei 2018 menerangkan, Herrin yang saat itu berusia 18 tahun, berada di balik kemudi Ford Mustang membawa kendaraannya melaju 102 mil per jam (164 km/jam).

Saksi mata awalnya mengatakan kendaraan itu melaju sekitar 60 mil per jam (96 km/jam).

Baca juga: Cameron Herrin, Pebalap Liar Tampan Tewaskan Ibu dan Anak, Dibela Netizen Berbagai Negara Termasuk Indonesia

Saat balapan dengan mobil lain di Bayshore Boulevard, Cameron Herrin menabrak seorang ibu muda dan anaknya yang sedang menyeberang jalan.

Korban bernama Jessica Raubenolt (24) dan putrinya, Lillia, berusia 21 bulan berada di kereta bayi saat insiden terjadi. Suami Jessica juga menyeberang tetapi tidak tertabrak.

FOX 13 News melaporkan, Cameron Herrin kemudian didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan dengan kendaraan dan balap liar.

Batas kecepatan di Bayshore Boulervard adalah 40 mi (64 km) per jam saat kecelakaan terjadi, dan Wali Kota Bob Buckhorn menurunkan batasnya menjadi 35 mil (56 km) per jam, dua hari setelah insiden.

Sementara itu pebalap liar lainnya, John Barrineau yang kala itu berusia 17 tahun, juga menghadapi tuduhan pembunuhan dengan kendaraan, serta tuntutan akibat balap liar sama seperti Cameron Herrin.

Orang ketiga, Tristan Herrin (20) yang merupakan penumpang Mustang, ikut ditangkap dan didakwa melakukan balap liar.

Baca juga: Balap Liar Marak, Catat Ancaman Hukuman


Cameron Herrin kemudian dilarang mengemudi, diwajibkan memakai gelang GPS pemantau, dan menyerahkan paspornya. Dia juga dilarang melakukan kontak dengan Barrineau.

Raubenolt dinyatakan meninggal di rumah sakit tak lama setelah kecelakaan itu, sedangkan Lillia mengembuskan napas terakhir beberapa hari kemudian.

Penggalangan dana kemudian dibuka untuk meringankan beban keluarga.

Baca juga: Masih Marak, Ini Sanksi untuk Pelaku Balap Liar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
Sumber: Fox 13
TAG:


Terpopuler
Komentar

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi