Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menlu AS Antony Blinken Akan Tur Asia Tenggara, Indonesia Masuk Tujuan

Baca di App
Lihat Foto
POOL/SARAH SILBIGER via AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken saat melakukan pidato sambutan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita di gedung Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, Senin (22/11/2021).
|
Editor: Aditya Jaya Iswara

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan melakukan tur Asia Tenggara minggu depan, dan Indonesia termasuk salah satu tujuannya.

Dikutip dari kantor berita AFP, tur ini bertujuan menunjukkan pentingnya kawasan itu bagi strategi AS menghadapi China, dan untuk lebih lanjut mengatasi krisis yang memburuk di Myanmar akibat kudeta militer.

Blinken akan memulai perjalanan keliling dunianya dengan bertemu rekan-rekan G7-nya pada Jumat (10/12/2021) hingga Minggu (12/12/2021) di Liverpool, Inggris, ujar juru bicaranya, Ned Price, pada Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Menlu AS Janji Usut Sindrom Havana yang Bikin Pejabat Sakit Misterius

Isu lainnya yang juga akan dibahas Blinken adalah penumpukan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina. Krisis ini juga dibicarakan oleh Presiden Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT virtual mereka, Selasa (7/12/2021).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Blinken kemudian akan menuju Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk menekankan prioritas utama kebijakan luar negeri AS, yaitu menentang China yang semakin asertif.

Amerika Serikat menuduh China melakukan intimidasi dan tekanan regional, terutama di Laut China Selatan.

"Pertemuan menteri akan fokus pada penguatan infrastruktur keamanan regional dalam menanggapi intimidasi RRC di Laut China Selatan," kata Daniel Kritenbrink, Asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan Asia Timur dan Pasifik, kepada wartawan.

Kritenbrink menambahkan, Blinken akan membahas tindakan sepihak RRC di Sungai Mekong serta "kebebasan navigasi dan kebebasan penerbangan.

Pemerintah China dikecam karena membangun bendungan di hulu Sungai Mekong, yang memengaruhi ketinggian air dan perikanan di negara-negara tetangga.

"Kami menentang tindakan apa pun oleh Republik Rakyat China atau aktor lain yang dirancang untuk mengacaukan kawasan," lanjut Kritenbrink.

Baca juga: Menlu AS: China Bertindak Agresif di Luar Negeri

Di Jakarta, Blinken akan berpidato tentang pentingnya kawasan Indo-Pasifik, sementara di Kuala Lumpur ia bakal membahas perlunya kawasan itu untuk tetap bebas dan terbuka, kata Price.

"Di setiap negara, bapak menteri akan menegaskan kembali kepada rekan-rekannya pentingnya meminta pertanggungjawaban rezim militer Burma atas kejahatannya dan berusaha memulihkan jalan Burma menuju demokrasi," kata Kritenbrink, menggunakan nama lama Myanmar.

Amerika Serikat sudah berulang kali mengecam kudeta Myanmar pada 1 Februari yang menggulingkan pemerintah sipil dan pemenjaraan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

Blinken akan berhenti di Hawaii pada 17 Desember dalam perjalanan pulang.

Baca juga: Situasi Memanas, Menlu AS dan Perancis Bahas Aktivitas Militer Rusia di Dekat Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Baca tentang
Sumber: AFP
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi