Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Perbedaan Gejala Bell’s Palsy dan Stroke yang Sekilas Mirip

Lihat Foto
Shutterstock/jaojormami
Ilustrasi bells palsy
|
Editor: Mahardini Nur Afifah

KOMPAS.com - Kondisi salah satu sisi wajah yang lemah atau terkulai acapkali dikaitkan dengan stroke.

Padahal, kondisi yang membuat penderitanya terlihat perot ini juga bisa menjadi gejala stroke.

Gejala bell’s palsy dan stroke terlihat serupa karena kedua penyakit ini sama-sama memengaruhi saraf di wajah. Kendati sekilas mirip, penyebab kedua penyakit ini berbeda.

Baca juga: Kenali Apa itu Bells Palsy yang Sekilas Mirip Gejala Stroke

Melansir Piedmont Healthcare, stroke disebabkan penyumbatan pembuluh darah atau pecah pembuluh darah di otaj.

Sedangkan penyebab bell’s palsy berasal dari kerusakan saraf wajah, tepatnya bagian saraf kranial ketujuh.

Kerusakan saraf ini menyebabkan peradangan yang memengaruhi saraf yang mengendalikan wajah.

Baca juga: Stres Dapat Menyebabkan Stroke, Kok Bisa?

Persamaan gejala bell’s palsy dan stroke

Melansir Emedicine Health, gejala bell’s palsy dan stroke yang sekilas terlihat sama antara lain:

Gejala stroke umumnya berlangsung cepat atau tiba-tiba. Sedangkan serangan bell’s palsy bisa terjadi secara bertahap dan baru memburuk dalam hitungan hari.

Baca juga: 10 Penyebab Stroke dan Faktor Risikonya

Perbedaan gejala bell’s palsy dan stroke

Penderita bell’s palsy jamak merasakan beberapa gejala yang tidak dialami penderita stroke, antara lain:

Gejala bell’s palsy tersebut dapat menyebabkan penderita stres dan menarik diri dari lingkar pergaulan sosial.

Baca juga: Gejala Stroke yang Pantang Diabaikan

Sedangkan penderita stroke umumnya merasakan gejala yang tidak dialami penderita bell’s palsy, antara lain:

  • Sebagian wajah lemah diikuti mati rasa atau lemas di lengan, tungkai di satu sisi tubuh
  • Bingung, susah bicara, dan tidak bisa memahami pembicaraan
  • Mengalami gangguan penglihatan
  • Susah berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan
  • Sakit kepala parah

Stroke adalah kondisi darurat medis. Jika ada penderita mengalami gejala stroke, segara cari pertolongan medis atau bawa penderita ke rumah sakit terdekat.

Dokter dapat mengidentifikasi wajah perot atau kelumpuhan wajah penderita berasal dari bell’s palsy atau stroke.

Selain pemeriksaan fisik, dokter umumnya juga merekomendasikan pemeriksaan kerusakan saraf dengan elektromiografi, MRI atau CT scan, serta tes darah untuk mendeteksi diabetes atau kemungkinan infeksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Artikel Terkait


Video Pilihan
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Lihat Semua
Jelajahi