Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Cerita Sandra Dewi di Awal Karier, Anak Rantau yang Andalkan Peta Kertas Menuju Lokasi Syuting

Baca di App
Lihat Foto
YouTube Daniel Mananta Network
Artis Sandra Dewi saat berbincang dengan Daniel Mananta.
|
Editor: Andika Aditia

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Sandra Dewi bercerita tentang perjuangan yang dilalui ketika baru membangun kariernya di dunia hiburan.

Sesudah membintangi film Quickie Express di tahun 2007, Sandra Dewi mengaku, semakin mendapatkan banyak tawaran syuting.

"Waktu gue syuting striping pun, gue kayak enggak tidur berhari-hari tapi gue masih nyetir, gue sampai ketiduran di sofa. Sampai kayak pulang syuting terus mandi, terus ketiduran di sofa lima menit aja gue harus cepat-cepat nyetir untuk ke lokasi selanjutnya," jelas Sandra Dewi, dikutip dari kanal YouTube Daniel Mananta Network, Rabu (23/9/2020).

Sandra berujar, sejak awal ia menjalani berbagai casting bahkan sampai ditolak pun, ia tetap semangat karena ingin membahagiakan keluarganya. 

Baca juga: Cerita Sandra Dewi Pernah Ditolak Casting Bertahun-tahun hingga Satu Film Mengubah Semuanya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Yang bikin gue kuat bertahan tidak tidur tidak istirahat itu adalah alasan gue untuk bikin orangtua gue bangga, balas budi orangtua," ucap Sandra Dewi.

Perempuan asal Pulau Bangka, Bangka Belitung ini menuturkan, orangtuanya pun kerap menunggunya pulang syuting.

"Setiap gue pulang syuting subuh, nyokap gue tuh tiap hari nunggu di jendela," tutur Sandra Dewi.

Di samping itu, dahulu kala Sandra masih harus mengandalkan peta manual untuk mencari arah jalan. 

Baca juga: Berawal Lihat Orang Tak Dikenal, Sandra Dewi Bercita-cita Jadi Sukses

"Gue pakai peta yang di kertas, enggak ada GPS waktu itu. Nyetir itu dari kayak lokasi syuting itu benar-benar kayak jauh banget tahu enggak, sedangkan gue anak perantauan, gue enggak tahu Jakarta," ungkap Sandra Dewi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi