Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Punya Sindrom Tourette, Billie Eilish: Sangat Melelahkan

Baca di App
Lihat Foto
Instagram @billieeilish
Billie Eilish bergaya dengan aksesori serba Gucci untuk tampilan work from home.
|
Editor: Rintan Puspita Sari

KOMPAS.com- Memiliki sindrom tourette, Billie Eilish belum lama ini bicara tentang kondisi yang dialaminya.

Selama percakapan 45 menitnya dengan mantan pembawa acara larut malam di Netflix My Next Guest Needs No Introduction With David Letterman, Billie mengungkap pengalamannya dengan Sindrom Tourette.

Sebagai informasi, Billie Eilish didiagnosis dengan sindrom tourette pada usia sebelas tahun.

"Yang lucu adalah begitu banyak orang yang memilikinya sehingga Anda tidak akan pernah tahu," ujar Billie Eilish.

Baca juga: Billie Eilish Sabet Penghargaan Best Original Song di Oscar 2022 lewat No Time To Die

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eilish juga mengaku mengenal beberapa artis yang juga menderita Sindrom Tourette tapi tak banyak orang mengetahuinya.

Dia tak merasa keberatan setiap mendapat pertanyaan tentang kondisinya ini, dia justru merasa senang.

"Saya sangat suka menjawab pertanyaan tentang itu, karena itu sangat sangat menarik. Dan saya sangat bingung karenanya. Saya tidak mengerti," kata Billie.

Baca juga: Sudah Menang 2 Kategori Grammy Awards, Olivia Rodrigo Disebut akan Jadi Penerus Billie Eilish

Pelantun "Bad Guy" ini kemudian bicara tentang tic yang pernah dialami.

Tic adalah kedutan, gerakan atau ucapan berulang yang terjadi diluar kendali.

Mereka yang memiliki tics tidak dapat menghentikan tubuh dari melakukan hal tersebut. Contohnya seperti berkedip berulang kali.

"Saya tidak pernah tidak tic sama sekali. Saya lakukan terus menerus sepanjang hari adalah seperti, menggoyangkan telinga ke depan dan ke belakang, dan mengangkat alis," ujar Billie Eilish.

"Ini adalah hal-hal yang tidak akan pernah Anda sadari jika Anda hanya mengobrol dengan saya. Tapi bagi saya, itu sangat melelahkan," sambungnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, sindrom tourette adalah gangguan yang melibatkan gerakan berulang atau suara yang tidak diinginkan (tics) yang tidak dapat dikontrol dengan mudah.

Misalnya, mungkin berulang kali mengedipkan mata, mengangkat bahu, atau mengeluarkan suara yang tidak biasa atau kata-kata yang menyinggung.

Tic biasanya muncul antara usia 2 dan 15, dengan rata-rata sekitar usia 6 tahun.

Laki-laki sekitar tiga sampai empat kali lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk mengembangkan sindrom Tourette.

Meskipun tidak ada obat untuk sindrom Tourette, tapi tersedia untuk perawatannya.

Banyak orang dengan sindrom Tourette tidak memerlukan pengobatan ketika gejalanya tidak mengganggu. Tics sering berkurang atau menjadi terkontrol setelah masa remaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber: NME, cinemablend
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi