Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Lutfi Agizal Laporkan Pemilik Konten Nenek Mandi Lumpur ke Polda Metro Jaya

Baca di App
Lihat Foto
Instagram/Lutfi Agizal
Lutfi Agizal berpose dalam salah satu unggahan di akun Instagram-nya.
Penulis: Cynthia Lova
|
Editor: Tri Susanto Setiawan

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor Lutfi Agizal melaporkan lima pengguna akun TikTok yang membuat konten nenek mandi lumpur ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (21/1/2023) pukul 21.49 WIB.

Kuasa hukum yang mendampingi Lutfi Agizal, Sukardin, membenarkannya.

“Ada lima akun yang dilaporkan cuma yang masuk unsur (pidana) hanya satu akun. Tapi pada intinya semuanya akan menjadi atensi (Polda Metro Jaya) sih,” ujar Sukardin saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/1/2023).

Baca juga: Lutfi Agizal Adzani Anak lewat Video Call

Namun, Sukardin tak membeberkan secara detail nama-nama akun yang dilaporkan Lutfi ke Polda Metro Jaya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yang jelas kata Sukardin, Lutfi juga melaporkan pemuda asal NTB (Nusa Tenggara Barat), Sultan Ahyar, yang menjadi salah satu pemilik akun konten nenek mandi lumpur.

Adapun Sultan baru-baru ini viral karena pengakuannya soal penghasilan yang didapat dari konten nenek mandi lumpur hingga meminta uang Rp 200 juta ke Jhon LBF.

Baca juga: Lutfi Agizal Langsung Sidak Dapur Restoran Usai Istri Temukan Kecoak pada Makanan Pesanannya

“Sultan kan lagi ditangani Polda NTB. Termasuk itu juga yang kita laporkan. Ada banyak yang kita bawa alat buktinya screenshot akun pelaku yang membuat konten mandi lumpur,” kata Sukardin.

Sukardin mengatakan, Lutfi sengaja melaporkan pemilik akun tersebut karena merasa resah dengan konten nenek mandi lumpur yang masih seliweran di TikTok.

Lutfi khawatir konten nenek mandi lumpur ini menjamur ke tiap daerah karena penghasilan yang didapat diketahui sampai puluhan hingga ratusan juta.

“Hanya saja kemarin kenapa laporan, karena anak bangsa harus diselamatkan. Enggak boleh kayak menjamur. Pemilik akun yang dari NTB itu meng-update hasilnya sampai puluhan juta sampai ratusan,” kata Sukardin.

Baca juga: Istri Lutfi Agizal Mengaku Tak Suka Suaminya Bikin Ulah di Media Sosial

“Khawatirnya menjamur ke daerah-daerah lain, ke Jawa, Sumatera, Banten. Kalau banyak diikutin berbahaya juga untuk anak bangsa kayak gini. Nanti yang lansia dieksploitasi anak mudanya malas enggak mau kerja. Sehingga hancur moral bangsa kita ke depannya,” lanjut Sukardin.

Oleh karena itu, lima pemilik akun TikTok itu dilaporkan dengan pasal 504 KUHP tentang mengemis di muka umum.

Hal itu karena belum adanya penambahan regulasi pasal UU IITE tentang mengemis online.

Baca juga: Lutfi Agizal Tolak Tawaran Stasiun Televisi Siarkan Pernikahannya, Kenapa?

“Mau masuk UU ITE enggak bisa. UU ITE enggak bisa menjangkau karena tidak ada frasa yang mengatur tentang pengemis. Sehingga pada akhirnya masuk ke pasal 504 KUHP,” ucap Sukardin.

“Untuk penyelidikan itu tapi kita sih masih menunggu hasil dari penyelidikan pihak kepolisian,” tutur Sukardin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag
Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi