Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Review A Haunting in Venice, Perpaduan Pas Whodunit dan Horor

Baca di App
Lihat Foto
Tangkapan layar IMDb
Diangkat dari novel Hallowe'en Party karya Agatha Christie, A Haunting in Venice memadukan misteri pembunuhan yang harus dipecahkan oleh Hercule Poirot dengan unsur supernatural.
|
Editor: Andi Muttya Keteng Pangerang

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika ditanya apa elemen terbaik untuk disuntikkan ke dalam film bergenre whodunit, mungkin jawabannya adalah horor.

Whodunit atau whodunnit (singkatan dari Who has done it?) adalah genre fiksi detektif yang digerakkan oleh plot yang kompleks di mana teka-teki tentang siapa yang melakukan kejahatan adalah fokus utamanya.

Horor ternyata bisa memberikan benturan dan sentuhan yang menyenangkan untuk whodunit.

Hal itu dibuktikan oleh Kenneth Branagh dalam film A Haunting in Venice.

Baca juga: Review: One Piece Live-action

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

A Haunting in Venice bercerita tentang Hercule Poirot (Kenneth Branagh), detektif Belgia, yang memutuskan untuk pensiun dan menikmati masa tuanya di Venesia, Italia.

Hidupnya sudah tenang karena Poirot tak lagi memikirkan kasus-kasus untuk dipecahkan.

Hingga suatu hari, Poirot bertemu teman lamanya Ariadne Oliver (Tina Fey), seorang penulis yang sedang penasaran dengan ritual pemanggilan arwah Joyce Reynolds (Michelle Yeoh).

Pada malam Halloween, Oliver mengajak Poirot untuk menyaksikan secara langsung ritual pemanggilan arwah dari Reynolds di rumah Rowena Draka (Kelly Reilly) yang masih dirundung duka karena anak perempuannya meninggal.

Baca juga: Ada Kecoak Saat Asik Review Makanan, Nex Carlos: Random Banget Dia Terbangnya

Diangkat dari novel Hallowe'en Party karya Agatha Christie, A Haunting in Venice memadukan misteri pembunuhan yang harus dipecahkan oleh Hercule Poirot dengan unsur supernatural.

Genre whodunit mendapatkan dampak lebih baik ketika dibenturkan dengan genre horor/supernatural.

Hercule Poirot yang tak percaya akan Tuhan harus memecahkan sebuah misteri kematian yang diduga diakibatkan oleh gangguan arwah jahat.

Secara garis besar, Poirot yang mengacu para rasional dan ilmu pengetahuan sulit untuk menerima penjelasan bahwa ada seseorang meninggal dunia karena diganggu oleh arwah jahat.

Baca juga: Review Film Galaksi, Formula Repetitif dengan Sentuhan Berbeda

Hal ini membawa penonton untuk masuk ke dalam cerita dan memilih pegangan di antara Poirot atau Reynolds.

Di tengah kebingungan menentukan arah pilihan, penonton juga dikejutkan dengan jumpscare kecil yang tak diduga hadir dalam A Haunting in Venice.

Jumpscare itu memberikan nuansa yang lebih segar jika dibandingkan dengan dua film Poirot sebelumnya, yaitu Death on the Nile dan Murder on the Orient Express.

Nuansa horor itu semakin didukung dengan latar belakang kota Venesia yang ternyata memiliki sisi gelap dan menyeramkan di tengah badai.

Baca juga: Review Film Galaksi, Formula Repetitif dengan Sentuhan Berbeda

Bangunan-bangunan tua, gondola yang terombang-ambing di air, serta bunyi jam-jam tua menambah unsur kengerian yang bisa didapatkan dari A Haunting in Venice.

Semuanya bertambah lengkap dengan musik dari Hildur Gudnadottir yang meneror di sepanjang film.

Berbeda dari dua film sebelumnya yang menggunakan latar tempat kendaraan, Murder on the Orient Express di sebuah kereta cepat dan Death on the Nile di sebuah kapal pesiar, A Haunting in Venice jelas memiliki kelebihan untuk mengeksplorasi tempat.

Permainan whodunit menjadi semakin menyenangkan dengan set luas yang bisa mengecoh penonton lewat detail-detail kecilnya.

A Haunting in Venice sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop di Indonesia mulai hari ini, Rabu (13/9/2023).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi