Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

GIGI Punya Banyak Album Sukses, Armand Maulana Bandingkan Penghasilan dari Panggung dan Royalti

Baca di App
Lihat Foto
DOK. Bidik layar YouTube/Armand Maulana
Musisi Armand Maulana dalam perjalanan mudik dari Jakarta ke Bandung, Jawa Barat.
|
Editor: Rintan Puspita Sari

JAKARTA, KOMPAS.com- Vokalis grup band GIGI, Armand Maulana bicara tentang penghasilan dari bermusik setelah bertahun-tahun berkarya dan memiliki banyak lagu sukses.

Armand mengatakan, lebih mengandalkan penghasilan dari panggung karena penghasilan yang didapat juga lebih jelas.

"Kalau dari panggung udah otomatis uangnya uang fresh istilahnya," ucap Armand dikutip dari YouTube Ferdy Element.

"Karena lo manggung langsung dibayar," imbuhnya.

Baca juga: Tak Punya Lagu Hits Sebanyak Sheila On 7 dan Dewa 19, Armand Maulana: Kekuatan GIGI di Panggung

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil menyanyi dari satu panggung ke panggung lainnya, disebut Armand bisa digunakan untuk membeli mobil hingga rumah.

"Kalau bicara apakah bisa hidup? Oke, iya bisa, bagus," tutur Armand.

"Gue bisa beli mobil, gue bisa beli rumah dan sebagainya," lanjutnya.

Tapi sisi manis penghasilan dari panggung itu berbanding terbalik dengan penghasilan dari royalti lagu. 

Baca juga: Armand Maulana Jelaskan Penyakit Thomas Ramdhan Setelah Terlihat Pakai Kursi Roda

"Yang enggak jelas kayak royalti. Apalagi dunia rekaman di Indonesia, baru lumayan agak rada bener ketika waktu Sony Music masuk sini, ada sedikit perubahan, sudah mulai royalti," ujar Armand.

"Sony yang pertama kali sistem royalti walaupun jauh dari sempurna, itu juga banyak siluman banget," kata Armand.

Meskipun jauh dari sempurna, tapi bagi Armand royalti saat ini sudah jauh lebih baik dibanding zaman dulu. 

"Sekarang ya naik turun, kalau kalau sekarang paling tidak udah mending," ujar Armand. 

"Udah ada publishing yang bener. Kalau dulu kan tumpang tindih, publishing sama label sama,"  jelasnya. 

Armand kemudian menyebut pada zaman dulu mereka hanya mengenal yang disebut bonus jika album sukses di pasaran.

"Kalau dulu kan bonus. (Besar) bonusnya kan semaunya dia," jelas Armand.

Armand kemudian memberikan contoh saat album mereka Dunia yang dirilis tahun 1995, dengan hits seperti "Janji" dan "Nirwana" banyak dinyanyikan orang.

"Mendiang Koh Ahyat kita datang (bilang) 'ini kayaknya meledak deh, karena di gang-gang, gue makan di pinggir jalan pengamen bawain, jawabannya apa? 'Iya sih lumayan, ini gue kasih bonus,'" kata Armand.

"Tanda tangan dicek Rp 10 juta satu orang, mungkin aja seharusnya Rp 100 juta, kita enggak tahu kan," sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi