Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Dunia Gelap P Diddy Terbongkar: Mantan Asisten Ungkap Pelecehan dan Skandal di Balik Pesta Liar

Baca di App
Lihat Foto
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Kasus P Diddy melibatkan musisi Sean Diddy Combs.
Penulis: Andika Aditia
|
Editor: Andika Aditia


KOMPAS.com – Rapper Sean "Diddy" Combs alias P Diddy, sosok yang dulu dihormati di industri musik, kini mendekam di balik jeruji besi di Pusat Penahanan Metropolitan, Brooklyn.

P Diddy ditangkap pada 16 September 2024 atas tuduhan perdagangan seks, pemerasan, dan penipuan.

Meski mengaku tidak bersalah keesokan harinya, permohonan jaminannya terus ditolak.

Baca juga: P Diddy Gugat Pihak yang Mengaku Simpan Video “Crazy Parties” Miliknya Sebesar Rp 800 Miliar

P Diddy tetap berada di tahanan sambil menunggu persidangannya yang dijadwalkan pada Mei 2025.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejak penangkapannya, lebih dari 20 gugatan perdata telah diajukan terhadap P Diddy, menuduhnya melakukan pemaksaan dan pelecehan.

Baca juga: KALEIDOSKOP 2024: Perjalanan Kasus P Diddy yang Menggemparkan

Meski tim hukumnya membantah semua tuduhan, kesaksian dari mantan karyawan dan orang-orang terdekatnya mengungkap gambaran tentang sisi gelap sang maestro hip-hop ini.

Pengakuan Mengejutkan dari Mantan Asisten

Salah satu kesaksian yang paling mencengangkan datang dari Phil Pines, mantan asisten pribadi P Diddy.

Baca juga: Muncul di Persidangan, P Diddy Terlihat Lebih Kurus dan Pucat

Dalam film dokumenter The Fall of Diddy, Pines menceritakan pengalaman mengerikan selama bekerja untuk Combs dari 2019 hingga 2021.

Phil Pines mengaku dipaksa melakukan tindakan seksual untuk membuktikan "kesetiaannya" dalam sebuah pesta eksklusif yang dikenal dengan sebutan Wild King Nights.

Baca juga: Muncul Kabar Diracuni P Diddy, Jamie Foxx Berjanji Bakal Terus Terang tentang Penyakit Misteriusnya

Menurut Phil Pines, P Diddy yang berada di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol, memerintahkannya untuk melakukan aktivitas seksual dengan seorang tamu wanita.

Karena takut akan pembalasan, Phil Pines terpaksa menuruti perintah tersebut, mengingat ia pernah menyaksikan kemarahan Diddy terhadap karyawan yang berani melawan.

Baca juga: P Diddy Kembali Ajukan Jaminan Bebas Keempat Kali, Saksi dan Korban Ketakutan

Film dokumenter tersebut juga mengungkap bagaimana pesta-pesta P Diddy diatur dengan persiapan yang matang, termasuk penyediaan obat-obatan, alkohol, dan "hiburan" lainnya sesuai keinginan sang musisi.

Phil Pines menggambarkan bahwa para wanita muda yang diundang sering kali berasal dari latar belakang rentan, menciptakan dinamika kekuasaan yang timpang dan eksploitatif.

Baca juga: Dipenjara, P Diddy Disebut Masih Berusaha Halangi Penyelidikan Kasusnya

Dokumenter The Fall of Diddy dan Dampaknya

Serial dokumenter The Fall of Diddy yang diproduksi Investigation Discovery menggali lebih dalam tuduhan yang melingkupi Diddy, menampilkan ketakutan serta intimidasi yang dialami mereka yang pernah bekerja dengannya.

Dalam wawancara eksklusif, Phil Pines menceritakan insiden kekerasan yang ia saksikan, termasuk saat P Diddy menyerang seorang tamu perempuan dalam sebuah pertengkaran sengit.

Baca juga: Dipenjara, P Diddy Disebut Masih Berusaha Halangi Penyelidikan Kasusnya

Para pembuat dokumenter mencatat bahwa banyak korban yang enggan berbicara karena takut akan pembalasan.

Serial ini tidak hanya membahas tuduhan terhadap P Diddy, tetapi juga mengupas budaya yang memungkinkan perilaku predatornya bertahan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Ungkap Pesta P Diddy, Penyanyi Tanea Wallace Hadir karena Diundang Pangeran Saudi

Sementara semakin banyak bukti bermunculan, tim hukum P Diddy terus menyangkal semua tuduhan dan mengklaim bahwa klien mereka menjadi korban fitnah.

Menanti Keadilan

Saat ini, Sean "Diddy" Combs masih menunggu persidangannya pada bulan Mei 2025 dengan ancaman hukuman berat jika terbukti bersalah.

Baca juga: Penyanyi Tanea Wallace Ungkap Detail Pesta P Diddy yang Pernah Ia Hadiri

Sementara para pendukungnya menganggap tuduhan ini dilebih-lebihkan, kesaksian dari Phil Pines dan korban lainnya menampilkan gambaran kelam tentang sisi lain sang ikon musik.

Bagi para penuduhnya, persidangan ini bukan sekadar mencari keadilan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengungkap bagaimana sistem yang ada selama ini melindungi kekuasaan dan membiarkan pelecehan terus terjadi tanpa konsekuensi.

Baca juga: Terungkap Peraturan Pesta Kontroversial P Diddy untuk Wanita

Jika P Diddy dinyatakan bersalah, ia mungkin akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi—sebuah akhir yang tragis bagi sosok yang pernah mendominasi dunia hiburan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi