JAKARTA, KOMPAS.com- Mengenang sosok mendiang suaminya, Hajime Kondoh yang juga CEO PT Sriboga Marugame Indonesia, selebgram Fanny Kondoh tak berhenti memuji.
Fanny mengatakan, awalnya tak menyangka bahwa mendiang suaminya itu dulu adalah duda dengan tiga orang anak.
"Aku enggak nyangka dia duda anak tiga," ucap Fanny dikutip dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Karena menurut Fanny, wajah suaminya sama sekali tidak terlihat sudah memiliki anak tiga.
Baca juga: Cerita Awal Bertemu Hajime Kondoh, Fanny Kondoh: Aku Masih Jadi Kasir
"Dia itu kelihatan kayak 35 (tahun), ketemu aku (padahal sudah usia) 45 tahun," kenangnya.
"Mamaku sama dia cuma beda 5 tahun," imbuhnya.
Dijelaskan oleh Fanny, dia dan pria yang dikenal dengan nama Papa Udon itu berbeda usia 25 tahun.
"Kita beda 25 tahun. (Papa Udon) kelahiran 1970, aku 1995," kata Fanny.
Sebelum suaminya menderita kanker, penampilan Hajime Kondoh menurut Fanny cukup rupawan.
Bahkan kabar tentang paras Hajime Kondoh yang tampan ini cukup terkenal diantara para karyawan.
"Terkenal, orang Jepang, ganteng,'" ungkap Fanny sambil tersenyum.
Rumor yang beredar antara karyawan itu ternyata tidak salah, karena saat akhirnya bertemu langsung, Fanny mengakui ketampanan wajah Hajime.
"Pas datang opening (Marugame Udon di Semarang), dia datang, emang ganteng," tuturnya sambil tersenyum.
Pertemuan pertama Fanny Kondoh dengan Hajime Kondoh itu disebut seperti takdir yang membawanya pada keyakinan.
Keyakinan bahwa Hajime adalah pria yang akan menjadi suaminya.
Baca juga: Fanny Kondoh, Istri Presdir Marugame Udon, Positif Hamil Setelah Suami Meninggal
"Aku dikenalin manajer aku kan, pas first time shaking hand, aku udah mbatin 'he's gonna be my husband,'" ungkap Fanny.
"Aku enggak tahu kenapa, tapi dia akan jadi suamiku," imbuhnya menjelaskan keyakinan yang muncul begitu saja.
Seperti diketahui, Fanny menikah dengan Hajime Kondoh pada tahun 2017 setelah pertama kali kenal di tahun 2015.
Saat itu Fanny sudah merasa lelah dengan kehidupan percintaannya yang terus mengalami kegagalan.
Baca juga: Perjuangan Fanny Kondoh untuk Hamil dengan Umur Suami Sisa 6 Bulan
"Pada saat itu aku lagi memang capek dengan dunia percintaan. Terus aku mbatin sama Tuhan, 'aku pengin dinafkahin, aku capek miskin,'" kata Fanny.
"Aku capek miskin, aku capek kerja, pengin dinafkahin," lanjutnya.
Hajime Kondoh meninggal dunia pada tahun 2024 setelah berjuang untuk sembuh dari kanker kandung kemih yang dideritanya selama beberapa tahun.