JAKARTA, KOMPAS.com- Penyanyi Iis Dahlia menceritakan permintaan terakhir dari mendiang Mpok Alpa untuk membantunya melepas kuteks dan bulu mata palsu.
Tahu perjuangan mendiang Mpok Alpa sembuh dari kanker payudara, Iis mengaku dihubungi Mpok Alpa, malam sehari sebelum Mpok Alpa meninggal dunia, Jumat (15/8/2025).
"Pengin dibersihin semuanya, dia kayak udah feeling," ucap Iis dikutip FYP trans7.
Mpok Alpa saat itu menghubungi Iis dengan suara terbata-bata karena sakitnya.
Baca juga: Kisruh Penyanyi dan Pencipta Lagu, Iis Dahlia: Nanti Lo Punya Lagu Sebagus Apa pun...
"Kan Alpa meninggal hari Jumat jam 08.00-an, malamnya, dia minta dicopotin kuteks, ngomongnya udah patah-patah," ujar Iis.
Akhirnya malam itu juga, meskipun tak bisa datang ke rumah sakit, Iis menghubungi orang langganannya yang bisa dipanggil untuk datang ke tempat Mpok Alpa dirawat.
"Dicariin kan siapa yang bisa ke rumah sakit, ada temen juga, dikirim ke situ," kata Iis.
Iis Dahlia juga mengungkap alasan saat itu Mpok Alpa memakai kuteks dan bulu mata.
Baca juga: Buka Handphone Mpok Alpa, Suami Baru Tahu Istrinya Rajin Berbagi untuk Driver Ojol
"Kukunya udah mulai kena kemo, biru item," ucap Iis dikutip dari Pagi Pagi Ambyar transtv, Kamis (21/8/2025).
"Bulu mata kan rontok karena kemo," ujar Iis.
Mpok Alpa disebut akhirnya memutuskan memakai kuteks juga karena komentar netizen yang menyoroti warna kukunya yang menghitam selama kemoterapi.
Bukan itu saja, karena tak mau orang lain tahu bahwa dia sedang sakit, Mpok Alpa bahkan sampai memakai wig dan menyembunyikan fakta bahwa rambut di tubuhnya rontok karena kemoterapi.
"Jadi kalau kemarin pada bertanya, kenapa Mpok pakai wig terus," kata Irfan dikutip dari FYP Trans7, Jumat (15/8/2025).
"Mpok ngomongnya bahwa habis lahiran, rontok. Padahal Mpok rambutnya udah rontok, kondisinya makin melemah," imbuh Irfan sambil menangis saat bercerita.
Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) pukul 08.31 karena kanker payudara yang dideritanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.