Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Ramai Kritik ke DPR, Pasha Ungu Akui Ada Keteledoran

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Syakirun Ni'am
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo alias Pasha Ungu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Penulis: Andika Aditia
|
Editor: Andika Aditia

KOMPAS.com – Musisi yang kini jadi anggota DPR, Pasha Ungu, menanggapi ramainya kritik kepada anggota DPR baru-baru ini.

Pasha menyebut, ramainya kritik ini tak lepas dari beberapa peristiwa, salah satunya potongan video anggota DPR yang terlihat berjoget saat Sidang Tahunan MPR 2025 pada 15 Agustus 2025.

Baca juga: Tak Ikut Joget Saat Sidang, Pasha Ungu: Saya Malu Ada Presiden di Situ

Salah satu yang dikritik soal berjoget adalah Eko Patrio, anggota DPR yang juga dari Fraksi PAN, satu fraksi dengan Pasha Ungu.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

“Kan kemarin Mas Eko sudah minta maaf, apa itu bahasanya, mungkin saat ada masyarakat bereaksi, beliau merespons lagi,” tutur Pasha Ungu di kanal YouTube Denny Sumargo, dikutip Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Diisukan Mundur dari DPR, Pasha Ungu: Kita Masuknya Saja Susah

Bercermin dari hal tersebut, Pasha Ungu menyebut ada baiknya semua pihak, terutama anggota DPR yang sedang ramai dikritik, mengakui adanya keteledoran ihwal sikap pejabat publik yang kurang disukai masyarakat.

“Ya kita sama-sama dewasa lah, sama-sama mengakui lah kalau ini ada keteledoran, ya, ada keteledoran, tapi kalau soal (tunjangan) Rp 3 juta per hari memang saya belum ketemu dari mana angkanya,” imbuh Pasha Ungu.

Baca juga: Bicara Tunjangan Anggota DPR, Pasha Ungu: Tambahan Rp 3 Juta Per Hari Itu Data dari Mana?

Berkait sikapnya soal anggota DPR yang berjoget saat Sidang Tahunan MPR, Pasha Ungu tak ingin membela siapa pun.

Namun, Pasha Ungu melihat hal tersebut murni spontanitas saja.

“Soal joget-joget, saya tidak membela siapa-siapa, karena yang joget di situ banyak, karena saya melihat sendiri, ini karena murni gembira kalau saya melihatnya, suksesi program pak Prabowo, misalnya surplus soal pangan, beras,” kata Pasha Ungu.

Sebelumnya, ramai kritik dan sorotan kepada anggota DPR lantara berjoget di sidang, kondisi tersebut dikritik karena dianggap tak peka dengan kondisi masyarakat.

Ada pun, peristiwa anggota DPR yang berjoget tersebut terjadi pada Sidang Tahunan MPR RI yang berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Tahunan MPR dengan agenda penyampaian pidato kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-80 RI.

Setelah pidato presiden, terdapat momen hiburan berupa lagu-lagu nasional seperti "Sajojo" dan "Gemu Fa Mi Re" yang dibawakan oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan).

Beberapa anggota DPR tampak berjoget mengikuti irama lagu tersebut, sementara Pasha Ungu memilih untuk tetap duduk diam di kursinya.

Tindakan Pasha Ungu yang tidak ikut berjoget tersebut kemudian menjadi viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi dari publik.

Sebagian warganet memuji sikapnya yang dianggap menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat, sementara yang lain mempertanyakan etika berjoget saat lagu nasional diperdengarkan.

Pasha Ungu kemudian memberikan klarifikasi bahwa ketidakterlibatannya dalam joget tersebut bukan karena menolak atau tidak setuju, melainkan karena ia merasa tidak pantas berjoget di hadapan Presiden dan memilih untuk tetap fokus pada acara resmi.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi