JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta World Cinema (JWC) kembali hadir untuk edisi keempatnya pada 2025, dengan mengusung format hybrid yang memadukan pemutaran daring dan luring.
Festival ini akan menampilkan total 185 film dari 66 negara, yang terdiri dari 155 film panjang dan 30 film pendek.
Baca juga: Jadi Juri di Jakarta World Cinema, Joko Anwar Puji Kualitas Pembuat Film Muda Indonesia
Sutradara kenamaan Joko Anwar juga turut menjadi salah satu juri di kompetisi film pendek dalam kegiatan tersebut.
Selama menjadi juri, Joko Anwar mengaku melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta.
Ia mengungkapkan bahwa ide-ide yang diangkat dalam film-film pendek mereka sangat beragam, relevan, dan disajikan dengan sangat baik.
Menurutnya, peningkatan kualitas para pembuat film muda sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Jakarta World Cinema 2024 Ditutup dengan Pemutaran Film Bird
Joko Anwar memiliki kriteria utama dalam proses penjurian, yaitu ide yang menarik, cara penyampaian yang segar, dan relevansi dengan masyarakat.
Baginya, ide yang kuat lebih penting daripada eksekusi teknis.
"Kalau misalnya tidak ada ide, walaupun filmnya sebagus apa, kelihatannya teknisi tinggi-tinggi, tapi idenya minim, itu kayaknya tidak akan kita pilih," ungkap Joko, Jumat (29/8/2025).
Sebagai bentuk totalitasnya, Joko Anwar mengaku menonton sebanyak-banyaknya film di festival ini, bahkan hingga 35 judul pada JWC tahun sebelumnya.
Baca juga: Jakarta World Cinema 2024 Resmi Dibuka dengan Pemutaran The Substance
Tahun ini, JWC untuk pertama kalinya menghadirkan kompetisi film pendek sebagai sebuah inisiatif baru untuk mendukung sineas muda Indonesia.
Sebanyak 30 film pendek terpilih akan berkompetisi memperebutkan kesempatan memproduksi film panjang bersama Falcon Pictures dan KlikFilm.
Ajang ini menghadirkan dewan juri ternama lainnya, seperti sutradara Aditya Ahmad, penulis skenario Alim Sudio, dan Asmara Abigail.
JWC tahun ini dibuka dengan film "Sentimental Value" karya Joachim Trier, yang digambarkan intim dan reflektif.
Sedangkan film penutupnya adalah "It Was Just an Accident" karya Jafar Panahi, yang merupakan film terbaik dari Festival Film Cannes 2025 dan menjadi simbol perlawanan serta harapan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.