KOMPAS.com - Sejarah Rusia dikenal tidak hanya karena kebangkitan politik menjai kekuatan dunia tetapi juga karena pergolakannya.
Sejarah berdirinya Rusia tercatat dari invasi Mongol awal, ke rezim kekaisaran, hingga zaman pencerahan dan industrialisasi hingga revolusi dan perang.
Namun di samping gejolak politiknya dan sistem pemerintahannya yang berpengaruh pada geopolitik dunia, Rusia juga berkontribusi pada sektor budaya. Contohnya dari seni balet, Tolstoy, Tchaikovsky, kaviar, dan vodka .
Di bawah ini adalah rangkaian peristiwa penting dari sejarah berdirinya Rusia sebagai salah satu negara terbesar di dunia hingga kini.
Baca juga: AS Peringatkan Rusia soal Manuver Militer di Dekat Perbatasan Ukraina
Negara besar pertama Slavia Timur, Kievan Rus, didirikan pada 862. Pemerintahan itu dipimpin oleh Viking Oleg dari Novgorod (walaupun ada beberapa sejarawan membantah laporan ini). Kiev menjadi ibu kota 20 tahun kemudian.
Pada 980-1015, Pangeran Vladimir Agung, yang berpindah dari paganisme ke Kristen Ortodoks, memerintah dinasti Rurik sambil menyebarkan agama barunya.
Putranya, Yaroslav the Wise, memerintah dari 1019-1054 sebagai pangeran agung. Dia menetapkan kode hukum tertulis, dan Kiev menjadi pusat politik dan budaya di Eropa timur.
Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Korea Selatan 1-0, Gol Dramatis Evandra Penentu Kemenangan Garuda Asia
Pada 1237-1240, Mongol menyerbu Kievan Rus, dan menghancurkan kota-kota termasuk Kiev dan Moskwa. Khan dari Golden Horde kemudian memerintah Rusia sampai 1480.
Selanjutnya, Ivan III (dikenal sebagai Ivan yang Agung) memerintah pada 1480-1505. Pada masa ini, Rusia dibebaskan dari Mongol, dan mengonsolidasikan kekuasaan di Moskwa.
Ivan IV, atau Ivan “the Terrible”, menjadi Kaisar pertama Rusia pada 1547-1584. Cucunya, Ivan the Great, memperluas wilayah Moskwa ke Siberia. Dia juga yang melembagakan pemerintahan penuh teror atas kaum bangsawan menggunakan aturan militer.
Ivan the Great meninggal karena stroke pada 1584.
Baca juga: Diplomat Rusia Tewas di Depan Kedutaan di Berlin, Diduga Agen Rahasia yang Menyamar
Setelah beberapa tahun kerusuhan, kelaparan, perang saudara dan invasi, Mikhail Romanov dinobatkan sebagai Kaisar pada 1613, dalam usia 16.
Penobatan itu mengakhiri periode ketidakstabilan yang panjang di wilayah ini. Dinasti Romanov selanjutnya memerintah Rusia selama tiga abad.
Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika
Peter the Great memerintah selama tiga dekade lebih dari 1689, sampai kematiannya pada 1725. Dalam masa pemerintahannya, dia membangun ibu kota baru di St Petersburg, memodernisasi militer (dan mendirikan angkatan laut Rusia) dan mereorganisasi pemerintahan.
Dengan pengenalan budaya Eropa Barat, Rusia menjadi kekuatan dunia.
Pemimpin wanita terlama di Rusia, Catherine II, atau Catherine the Great, mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tak berdarah pada 1762.
Pemerintahan Catherine II, menandai era pencerahan Rusia. Sebagai seorang yang memiliki perhatian soal seni, kekuasaannya selama 30 tahun lebih juga berhasil memperluas perbatasan Rusia.
Baca juga: Kisah Sekte Pegulat Roh Doukhobor, 200 Tahun Disiksa Kekaisaran Rusia karena Dianggap Sesat
Namun selama 1853-1856, tekanan Rusia pada Turki dan ketegangan agama memicu Kekaisaran Ottoman, bersama dengan pasukan Inggris dan Prancis, melawan Rusia dan Kekaisaran Nicholas I dalam Perang Krimea.
Pada pertempuran ini, Rusia lumpuh dalam kekalahannya.
Kaisar Alexander II kemudian mengeluarkan Reformasi Emansipasinya pada 1861. Dia menghapus perbudakan dan mengizinkan petani untuk membeli tanah.
Baca juga: Bantah Uang Kompensasi Dedi Mulyadi Dipotong, Dishub: Itu Keikhlasan Sopir