Anies Sebut Penanganan Covid-19 di Jakarta Setara dengan Kota Maju Lain

Lihat Foto
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).
|
Editor: Sandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penanganan virus Corona (Covid-19) di DKI Jakarta setara dengan kota maju.

Hal ini dipaparkan Anies dalam acara Gebyar Dzikir dan Doa untuk Keberkahan Jakarta seperti diunggah Akun YouTube Ketua MUI DKI Jakarta.

"Izinkan kami menyampaikan bahwa apa yang dikerjakan di Jakarta hari ini, Alhamdulillah kita setara dengan tempat-tempat, kota-kota yang disebut sebagai kota maju dalam penanganan wabah ini," ucap Anies, Kamis (25/6/2020) malam.

Baca juga: Anies Sebut Fasilitas Kesehatan di Jakarta Baru Terpakai 35 Persen untuk Tangani Covid-19

Menurut dia, bila penanganan dilakukan dengan konsisten, maka Jakarta bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19.

"Bila ikhtiar ini kita jalankan terus dengan konsisten, maka Jakarta bisa segera terbebas, terjauhkan dari wabah ini," kata dia.

Saat ini Anies mengklaim positivity rate Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua hari terakhir adalah 3,8 persen.

Ia menyebutkan bahwa kini angka positif DKI Jakarta jauh di bawah angka yang berisiko menurut world health organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.

"Jakarta Alhamdulillah sudah satu bulan ini angka positifnya rata-rata 5 persen. Bahkan dua hari ini 3,8 persen. Artinya kondisi di Jakarta sudah makin terkendali. Tapi ini belum selesai, tantangannya masih besar. Ke depan, kita perlu lebih disiplin," ujarnya.

Baca juga: Anies Klaim Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 3,8 Persen dalam 2 Hari Terakhir

Total kasus positif Covid-19 di Jakarta berjumlah 10.472 kasus hingga Kamis kemarin.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.435 pasien (51,9 persen) dinyatakan telah sembuh, sedangkan 631 pasien (6 persen) meninggal dunia.

Kemudian, 1.338 pasien masih dirawat di rumah sakit dan 3.068 pasien melakukan isolasi mandiri.

Baca tentang

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi