Mengenal Sosok Anton Medan, Mantan Mafia yang Memeluk Islam hingga Dirikan Masjid

Lihat Foto
KOMPAS/DANU KUSWORO
Mantan narapidana Tan Hok Liang atau dikenal Anton Medan menjadi pemimpin unjuk rasa di halaman Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (4/11/2000), pukul 11.00. Mereka menuntut terpidana Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto diperlakukan secara sama dengan narapidana dan tahanan lainnya.
|
Editor: Rindi Nuris Velarosdela

JAKARTA, KOMPAS.com - Mubalig Muhammad Ramdhan Efendi atau dikenal dengan nama Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3/2021) sore.

Kabar meninggalnya Anton Medan telah dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra.

"Iya benar (meninggal dunia), karena stroke dan diabetes," ujar Ipong saat dihubungi Kompas.com.

Siapa Anton Medan?

Anton Medan yang memiliki nama asli Tan Hok Lian lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada 10 Oktober 1957. Dia adalah mantan mafia kelas kakak yang sudah bertobat dan kini menjadi seorang penceramah.

Anton Medan memiliki rekam jejak cukup panjang di dunia hitam sebelum bertobat menjadi penceramah. Catatan Kompas.com, Anton mengaku sudah 14 kali keluar masuk penjara sejak kecil. Dia berulang kali masuk penjara atas kasus perampokan dan perjudian.

Baca juga: Anton Medan Meninggal Dunia

Dilansir dari Tribunnews.com, Anton Medan pernah menjadi sosok yang ditakuti saat era kepemimpinan Presiden Soeharto. Anton pernah dituduh ikut membakar salah seorang pengusaha saat kerusuhan 1998.

Mantan mafia kelas kakap itu kemudian memeluk agama islam pada tahun 1992. Dia bahkan pernah menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) pad tahun 2012.

Sebelum memeluk agama islam, Anton mengaku menganut agama budha, lalu beralih ke kristen. Setelah memeluk islam, Anton mendirikan sebuah masjid bernama Masjid Jami' Tan Hok Liang di area Pondok Pesantren At-Taibin, Cibinong.

Gaya khas bangunan Masjid Jami' Tan Hok Tek Liong itu megambil gaya bangunan Tionghoa sebagai ciri khas Anton yang keturunan Tionghoa.

Sejak dulu, Anton memang bercita-cita membangun pondok pesantren yang bisa dijadikan tempat belajar agama para mantan narapidana.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi