Airin Resmi Memimpin Tangsel

Lihat Foto
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Wakil Wali Kota Benyamin Davnie saat hendak meninggalkan Universitas Terbuka di Pamulang, Tangerang Selatan, sesuai pelantikan keduanya sebagai kepala daerah kota tersebut, Rabu (20/4/2011) siang.
Editor: Glori K. Wadrianto

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie, Rabu (20/4/2011) siang, resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, periode 2011-2016.

Acara pengucapan sumpah dan janji jabatan kepala daerah pertama di kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut diadakan dalam rapat paripurna istimewa oleh DPRD Kota Tangsel di Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangsel.

Para undangan yang diperkirakan mencapai 2.500 orang memenuhi ruang auditorium sejak pukul 10.00 pagi. Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Ruhut Sitompul, dan anggota DPR dari Fraksi Golongan Karya, Idrus Marham. Sejumlah artis juga diundang di acara tersebut, antara lain Dik Doank, Mohammad Sulaiman atau biasa dikenal sebagai Haji Bolot, dan pelawak Narji.

Dalam sambutannya seusai pelantikan, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengharapkan agar kepala daerah baru ini dapat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam waktu tiga bulan ke depan.

Hal tersebut dilakukan agar percepatan pembangunan Kota Tangsel dapat dilakukan dan terintegrasi dengan rencana pembangunan tingkat provinsi dan daerah-daerah lain. "Saya berharap kepala daerah yang baru dapat kembali mempersatukan perbedaan yang terjadi saat pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu," kata Atut.

Pada saat pelantikan, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi KAMMI Komisariat UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, melakukan demonstrasi di luar kompleks Universitas Terbuka. Mereka menuntut supaya Pemerintah Kota Tangsel bersih dari birokrat kotor.

Airin dan Benyamin terpilih sebagai kepala daerah setelah melalui dua kali proses pemilihan kepala daerah (pilkada). Pada pilkada pertama November 2010, pasangan ini dinyatakan sebagai pemenang, tetapi Mahkamah Konstitusi menganulir hasil tersebut karena menganggap ada kecurangan. Pada pilkada ulang bulan Februari 2011, pasangan nomor urut empat itu kembali memenangi perolehan suara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Artikel Terkait


Video Pilihan

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi