Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub Tawarkan Proyek Transportasi Ibu Kota Baru ke ASEAN-China

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020)
|
Editor: Yoga Sukmana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menawarkan kerja sama pengembangan transportasi dalam rangka rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Tawaran itu disampaikan Menhub saat membahas penguatan sistem transportasi dan logistik dengan para menteri di kawasan ASEAN-China secara virtual.

“Kami mengundang rekan kerja di ASEAN dan China,” ucap Menhub dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Ia melanjutkan, kolaborasi dengan negara ASEAN dan China bisa di proyek pembangunan transportasi darat, laut, dan udara serta proyek infrastruktur kereta api.

Baca juga: Di Hadapan DPR, Sri Mulyani Sampaikan PDB RI Capai Rp 15.833,9 Triliun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adapun skema yang ditawarkan Menhub yakni skema Kemitraan Pemerintah-Swasta atau Public Private Partnership.

Selain itu, Budi menyampaikan komitmen dan tekad Indonesia untuk memastikan sistem logistik dan konektivitas transportasi khususnya di kawasan ASEAN dapat berjalan dengan baik pada masa pandemi Covid-19.

Sejumlah komitmen tersebut diantaranya, memastikan semua pelabuhan di Indonesia tetap terbuka untuk memberikan prioritas pada transportasi logistik.

Kemudian, menaruh perhatian terhadap situasi yang dihadapi oleh banyak pelaut yang terjebak di kapal-kapal di luar negeri dengan membuat Standard Operational Prochedure (SOP) tentang pemulangan (repatriasi) Pelaut Indonesia, sehingga para pelaut bisa dipulangkan dengan aman dan selamat sesuai protokol kesehatan.

“Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil memulangkan sekitar 24.000 pelaut untuk pulang dengan selamat,” kata Budi.

Baca juga: Pembebasan Bea Masuk Impor Alkes Tinggi, Ini Rinciannya

Pemerintah Indonesia telah menetapkan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di mana pengendalian transportasi dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan untuk memfasilitasi pergerakan masyarakat agar tetap bisa produktif namun tetap aman dari Covid-19.

Hal ini dilakukan dalam rangka menggerakan kembali roda ekonomi yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Budi menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19, kerja sama dan kolaborasi antar negara, termasuk kerja sama bilateral antara masing-masing negara anggota ASEAN dan China terus berjalan, salah satunya adalah proyek KA Cepat Jakarta – Bandung.

Baca juga: Kini Tak Perlu Lagi Menumpang Listrik ke Tetangga...

Selain itu, di masa pandemi Covid-19, Indonesia juga tetap melakukan upaya-upaya peningkatan konektivitas nasional.

Antara lain menyelesaikan masterplan pembangunan Bandara Internasional Baru di Bali Utara. Termasuk mencakup pengoperasian jalur bus dan kereta api untuk menghubungkan bagian utara dengan bagian selatan Bali.

Baca juga: Soal Dana Talangan, Bos Garuda: Duit Ini untuk Kehidupan Masa Depan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Video rekomendasi
Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi