Ini Potensi dan Tantangan dalam Pemanfaatan E-commerce

Lihat Foto
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi E-commerce, PO adalah, fungsi PO dan format PO
Penulis: Elsa Catriana
|
Editor: Bambang P. Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, perkembangan e-commerce saat ini diiringi dengan peluang  serta tantangan.

Apalagi menurut dia, pertumbuhan e-commerce saat ini tumbuh pesat lantaran banyaknya aktivitas belanja online yang terjadi sejak pandemi.

Potensi pertama yang didapatkan dari kegiatan e-commerce, disebutkan Oke, adalah memotong rantai distribusi yang membuat harga tinggi.

Baca juga: Apa Itu Marketplace dan Bedanya dengan Toko Online Maupun E-Commerce?

"Rantai distribusi atau pengiriman biasanya tinggi tapi di e-commerce itu tidak, kemudian potensi lainya adalah e-commerce menjadi sarana promosi dan berdagang bagi UMKM dan pedagang, adanya kemudahan transaksi, dan menjadi solusi mengatasi dampak ekonomi di masa pandemi," ujar Oke dalam diskusi webinar Gambir Talks secara virtual, Selasa (12/10/2021).

Sementara untuk ancaman atau tantangan yang timbul akibat adanya kegiatan e-commerce disebutkan dia adalah adanya praktik perdagangan yang tidak sehat yang mengancam UMKM, salah satu contohnya adalah predatory pricing.

Kemudian, tantangan selanjutnya adalah adanya potensi kejahatan seperti money laundering atau pencucian uang pada transaksi perdagangan online.

"Peningkatan transaksi e-commerce ini juga memungkinkan adanya peredaran barang palsu atau imitasi dari barang bermerek," kata Oke.

Baca juga: E-commerce Indonesia dengan Konsumen Paling Loyal, Siapa Juaranya?

Oleh sebab itu, pemerintah perlu hadir untuk membuat aturan main yang jelas dengan memaksimalkan potensi serta mengatasi permasalahan dan tantangan yang ada.

"Dengan adanya regulasi yang jelas dibuat bisa untuk menciptakan iklim berusaha e-commerce yang sehat, adil, dan bermanfaat," ungkap Oke Nurwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Terkait


Video Pilihan
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi