Ekonomi Bali Cuma Tumbuh 0,07 Persen, Sektor Pariwisata Butuh Perhatian Lebih

Lihat Foto
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan saat Refleksi Capaian 2021 dan Outlook Ekonomi 2022 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (30/12/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.
|
Editor: Yoga Sukmana

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sektor pariwisata masih membutuhkan penanganan lebih di tahun 2022.

Sektor ini merupakan salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19. Bali misalnya, pertumbuhan ekonomi selama tahun 2021 hanya 0,07 persen.

Padahal biasanya, pertumbuhan ekonomi di Bali melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional.

"Yang berbasis kepada pariwisata seperti Bali, itu tumbuhnya masih sangat kecil yaitu 0,07 persen. Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata membutuhkan perhatian lebih," kata Airlangga dalam Seminar Nasional, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Bakal Turunkan Tingkat Kemiskinan Ekstrem di 212 Wilayah

Airlangga menuturkan, sektor pariwisata amat bergantung pada penanganan Covid-19, termasuk varian Omicron. Saat ini, pemerintah meningkatkan level asesmen di Bali menjadi PPKM Level 3.

Kendati demikian, kunjungan turis asing ke Bali tetap dibuka dengan beberapa syarat dan ketentuan. Sebab bagaimanapun, masyarakat Bali membutuhkan aktivitas ekonomi agar memiliki penghasilan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2021 mencapai 3,69 persen.

"Ekonomi kita tumbuh di 5,02 persen (di kuartal IV 2021), sehingga di 2021 secara tahunan adalah 3,69 persen, ini sesuai dengan perkiraan di 3,7 persen," ucap Airlangga.

Baca juga: Kala Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijuluki Kereta Halim-Padalarang...

Lebih lanjut Airlangga mengungkap, akselerasi ekonomi ditopang oleh industri pengolahan yang tumbuh 4,92 persen (yoy) di kuartal IV 2021. Pendorong pertumbuhan industri pengolahan adalah industri angkutan yang tumbuh 22,61 persen (yoy).

Selain insentif PPnBM, pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal IV 2021 ditopang pula oleh industri logam dasar. Sektor ini tumbuh 11,31 persen karena adanya peningkatan produksi timah hingga bauksit.

"Industri pengolahan berkontribusi 18,8 persen dan di triwulan IV kontribusinya adalah 1 persen. Kemudian sektor perdagangan juga tumbuh 5,5 persen, sektor industri tumbuh 4,92 persen, (begitu juga) pertanian, pertambangan, dan sektor konstruksi," kata Airlangga.

Baca juga: Program Minyak Goreng Murah Sudah Didistribusikan, tapi Kenapa Masih Mahal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Terkait


Video Pilihan
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi