Menilik Peran Sosial Muhammadiyah

Lihat Foto
Editor: Heru Margianto

Jajak pendapat ini mengungkap bagian terbesar responden (51,2 persen) menyatakan tidak perlu dibentuk sebuah partai yang secara khusus mewadahi kepentingan dan gagasan Muhammadiyah. Bahkan, dengan tegas sebagian besar (83,9 persen) responden menyatakan Muhammadiyah harus tetap mempertahankan eksistensinya sebagai organisasi independen. Pola penyikapan seperti ini didorong oleh kekhawatiran sebagian responden (53,5 persen), Muhammadiyah akan sekadar menjadi alat partai untuk merebut kekuasaan.

Ulama dan akademisi Pada 3-8 Juli 2010 Muhammadiyah menggelar muktamar yang ke-46 di Yogyakarta. Pada kesempatan ini pula akan dipilih pemimpin baru yang akan membawa organisasi ini mengarungi satu abad lebih perjalanannya. Bagi publik, sebuah organisasi keagamaan sebesar Muhammadiyah selayaknya dipimpin sosok yang memiliki beberapa kriteria tersendiri.

Sosok ulama, tak pelak, menjadi syarat utama terpenting yang dikemukakan separuh responden (50 persen). Kriteria penting kedua bagi publik adalah latar belakang akademik yang dimiliki seorang ketua Muhammadiyah. Tak kurang dari 19,7 persen responden menyatakan calon pemimpin Muhammadiyah seyogianya juga seorang akademisi. Hal ini dipastikan mengacu pada sosok pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, tokoh intelektual pembaru yang membawa gagasan bernas melampaui zamannya. Intelektualitas tidak terbatas pada bidang agama, tetapi juga memasuki ranah sosial politik kemasyarakatan.

Ekspektasi publik juga disandarkan kepada generasi muda untuk memimpin Muhammadiyah di masa datang, seperti terekam dalam pendapat 9,9 persen responden. Pilihan terhadap kaum muda berkait erat dengan upaya kaderisasi yang sejak lama dilakukan Muhammadiyah.

Pemimpin baru Muhammadiyah nantinya akan menghadapi tantangan baru. Tantangan ini utamanya menyangkut arah organisasi, apakah akan dibawa kepada institusi yang berjiwa eksklusif atau semakin inklusif membuka diri seperti harapan hampir seluruh responden jajak pendapat ini (94,7 persen).

(Litbang Kompas)

Halaman
Baca tentang

Video Pilihan

Terpopuler
Komentar

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi