Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Sidang AIPA, Puan Singgung Penanganan Covid-19 di ASEAN hingga Isu Laut China Selatan

Baca di App
Lihat Foto
Dokumen DPR RI
Ketua DPR Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
|
Editor: Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, pandemi Covid-19 telah berdampak pada kesehatan dan pembatasan kegiatan ekonomi yang dapat berakibat pada resesi.

Oleh karenanya, ia meminta, seluruh anggota ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) untuk menghasilkan kebijakan yang memadai untuk penanganan Covid-19 dan mengurangi dampak ekonomi.

Hal ini disampaikan Puan, dalam Sidang Umum ke-41 AIPA secara virtual, Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Tak Ingin ASEAN Terjebak Rivalitas, Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama

"Optimalkan peran parlemen dengan menjalankan tugas legislasi terkait penanggulangan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya, seperti merumuskan undang-undang terkait stimulus fiskal atau penguatan jaring pengaman sosial,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2020).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puan juga mengatakan, seluruh anggota harus meningkatkan pengawasan dan memastikan undang-undang yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Adapun mengenai isu perdamaian, Puan berpendapat, perdamaian, keamanan, dan stabilitas menjadi faktor penting dalam pembangunan dan pertumbuhan di Asia Tenggara.

“Penting bagi kita untuk tetap memelihara Asia Tenggara menjadi kawasan yang damai, bersahabat, dan harmonis, guna meningkatkan kerja sama untuk membatasi penyebaran Covid-19 dan mengatasi dampak buruk yang ditimbulkannya,” ujar Puan.

Puan meminta, seluruh negara anggota ASEAN mematuhi hukum internasional seperti United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) 1982 sebagai acuan dalam menentukan hak maritim, hak berdaulat, dan kepentingan yang sah atas kawasan laut.

“Kode Etik di Laut Cina Selatan juga harus dikembangkan sebagai kerangka yang disepakati bersama untuk dialog dan konsultasi antara ASEAN dan Cina di Laut Cina Selatan sembari kita berharap proses yang baik tersebut dapat tercermin di lapangan,” tuturnya.

Baca juga: 6 Bulan Pandemi, Kasus Covid-19 Indonesia Terbanyak Kedua di ASEAN

Lebih lanjut, Puan meminta, seluruh anggota AIPA untuk peduli terhadap konflik di wilayah Rakhine, Myanmar.

Menurut Puan, untuk bisa maju sebagai komunitas ASEAN yang kohesif dan responsif, semua anggota harus meningkatkan kapasitas dalam menanggapi tantangan regional, termasuk dalam konteks keamanan manusia.

“Kita harus mencegah meningkatnya pergerakan ireguler manusia, termasuk perdagangan manusia dan penyelundupan manusia yang terjadi di laut wilayah kita,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi