Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi: Capaian "Booster" Covid-19 Dosis Kedua Masih Kecil Sekali

Lihat Foto
dok.Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat membuka KTT G20 2022 di The Apurva Kempinski, Bali, Selasa (15/11/2022).
|
Editor: Sabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, capaian vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua masih sangat kecil.

Padahal vaksinasi booster tetap dibutuhkan untuk membantu menjaga imunitas tubuh dari Covid-19.

"Sampai hari ini kita untuk dosis pertama telah menyuntikkan 205 juta dosis. Kemudian dosis yang kedua 172 juta dosis dan untuk vaksin booster untuk yang pertama telah disuntikkan 66 juta dosis dan untuk booster yang kedua memang masih kecil sekali masih 730.000 dosis vaksin," ujar Jokowi dalam keterangannya sebagaimana dilansir tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (24/11/2022).

"Kenapa kita memerlukan booster? Agar imunitas kita terjaga dan dapat memutus penularan Covid-19 dari orang ke orang. Ini yang paling penting," lanjutnya.

Baca juga: Booster Kedua untuk Lansia Dimulai, Ini Jenis-jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pada Kamis pagi, Presiden menerima suntikan vaksin booster Covid-19 dosis kedua atau booster penguat di Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden menuturkan, vaksin yang diterimanya untuk booster penguat kali ini adalah Vaksin Indovac buatan dalam negeri.

"Hari ini saya barusaja divaksinasi booster penguat," ujar Jokowi dalam keterangannya usai disuntik vaksin.



"Vaksin yang dipakai pada pagi hari ini yaitu vaksin Indovac. Produk 100 persen dalam negeri," ujar dia.

Presiden pun lantas mengajak seluruh masyarakat, utamanya tenaga kesehatan (nakes), lansia dan warga yang interaksinya tinggi dengan warga lain untuk segera melakukan vaksinasi booster.

"Saya ajak seluruh masyarakat, utamanya nakes, utamanya lansia, dan juga orang-orang yang interaksinya tinggi antar masyarakat," ungkap Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tag

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Video Pilihan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi