Meski Penjualan Melambat, Pasokan Terus Mengalir

Lihat Foto
KOMPAS/RIZA FATHONI
Pekerja merampungkan pembangunan apartemen di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (24/10). Meski suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) meningkat, pembangunan proyek apartemen di Jakarta dan di sejumlah kota besar lainnya terus berjalan.

KOMPAS.com - BADAI krisis keuangan global boleh menghantam keras negara kita tahun ini. Tapi, bukan berarti pengembang apartemen menghentikan ekspansi bisnis mereka, khususnya sepanjang kuartal III lalu. Sejumlah proyek hunian jangkung kelas menengah atas meluncur di wilayah Jakarta pada medio April hingga Juni 2009.

Laporan Colliers International Indonesia bertajuk The Knowledge Report yang keluar bulan ini menyebut, ada delapan proyek apartemen yang baru launch. Di antaranya, Belmont Residence besutan PT Perdana Gapuraprima Tbk. Kemudian, Infinity Tower di Kemang Village garapan PT Lippo Karawaci Tbk.

Paling tidak itu menunjukkan bahwa krisis tak membawa dampak signifikan bagi bisnis properti Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk mencapai 230 juta orang, Indonesia jelas pasar yang sangat menggiurkan.

"Meski penjualan melambat, suplai apartemen di kuartal dua tahun ini terus meningkat," kata Ferry Salanto, Manajer Divisi Pelayanan Riset Colliers Indonesia.

Pada triwulan  II 2009 pasokan apartemen strata title atau hak milik mencapai total 3.155 unit. Suplai tersebut berasal dari lima proyek yang terdiri dari sembilan menara. Mereka adalah Grand Surya, Maple Park Tower A, Regatta, Sahid Sudirman Residence, serta Thamrin Residence.

Menurut Ferry, apartemen kelas menengah dengan kisaran harga mulai Rp 6 juta sampai Rp 15 juta per meter persegi (m2) masih mendominasi pasokan unit di kuartal dua tahun ini. Kebanyakan suplai tersebut berasal dari apartemen yang berlokasi di kawasan segitiga emas Thamrin, Sudirman, dan Kuningan yang biasa di juluki central business district (CBD).

Bergairah mulai kuartal tiga
Memang, Ferry mengakui, penjualan apartemen selama kuartal  II 2009 tumbuh tidak tinggi-tinggi amat, hanya 0,5% lebih banyak ketimbang penjualan pada kuartal I. "Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut, adalah syarat pembayaran fleksibel yang ditawarkan para pengembang," ujar dia.

Lalu, kenapa pengembang tetap jorjoran? Direktur Ciputra Grup Harun Hajadi bilang, saat ini level kepercayaan diri pengembang sedang tinggi-tingginya. Faktor pendorong utamanya adalah kondisi ekonomi yang makin membaik. "Bunga terus turun, pengembang berani mengeluarkan proyek-proyek baru," katanya.

Mulai kuartal III tahun ini Harun memperkirakan, bisnis apartemen akan tumbuh positif. Itu bisa dilihat dari angka penjualan unit apartemen yang mulai bergairah memasuki triwulan III. Penjualan pada Juli lalu, misalnya, naik sebesar 5% dibanding bulan sebelumnya.

Segendang sepenarian, Muhamad Nawir, Direktur Utama PT Wika Realty yang mengembangkan Taman Sari Sudirman, beranggapan bahwa selain bunga yang mulai luruh, perbankan yang makin gencar menyalurkan kredit bakal menggairahkan bisnis apartemen ini.

"Jika dibanding tahun lalu memang tahun ini ada penurunan 20%, tapi saya yakin tahun depan akan pulih dan kondisinya bakal sama seperti awal 2008," ujar dia.

Itu sebabnya, Gapuraprima berencana membangun apartemen dengan konsep lengkap. Apartemen bernama Gapuraprima Plaza akan berdiri di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

"Kenapa kami tetap jalan? Karena kami yakin awal tahun depan properti mulai booming," kata Sekretaris Perusahaan Gapuraprima Rosihan Saad.

Makanya, Rosihan sangat yakin pasar bakal menyerap Gapuraprima Plaza yang akan selesai pembangunannya pada 2012 mendatang. Bahkan, dia mengungkapkan, sudah ada pemborong yang ingin membeli apartemen tersebut.

"Apartemen kami yang belum jadi pun, pembeli sudah ada yang menunggu," ujar Rosihan. (KONTAN/Yohan Rubiyantoro, Epung Saepudin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Artikel Terkait


Video Pilihan

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi