Realisasi Bus Listrik TransJakarta Ditargetkan Rampung 2030

Lihat Foto
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.
|
Editor: Azwar Ferdian

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan bahwa target untuk penerapan kendaraan listrik berbasis baterai untuk seluruh armada TransJakarta pada 2030 tetap dilangsungkan.

Hanya saja ada relaksasi capaian target sebagai dampak dari pengalihan APBD untuk penanganan pandemi virus corona alias Covid-19 di wilayah Ibu Kota.

"Target kami untuk penggunaan bus listrik pada seluruh armada TransJakarta pada 2030 tidak dihilangkan, tetap ada. Tapi kami lakukan relaksasi menyesuaikan kondisi yang ada imbas pandemi," katanya di diskusi virtual, Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Kemenhub Mau Operasikan Bus Listrik Canggih di Bali

"Misalnya, tahun ini seharusnya ada 100 bus listrik yang operasional. Karena Covid-19, kita relaksasi karena fokusan APBD sementara diprioritaskan untuk penanganan pandemi dahulu," jelas Syafrin lagi.

Adapun hal-hal yang patut diperhatikan untuk mendukung program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai, kata dia lagi, adalah komunikasi yang baik, koordinasi, serta kolaborasi bagi seluruh pihak terkait.

"Kolaborasi ini menyangkut agar hal-hal atau program yang ada bisa terlaksana secara optimal. Kemudian, membuat bus listrik ini dapat disampaikan secara baik dan sustain, tidak hanya terlaksana sesaat," ucap Syafrin.

Sebelumnya, mantan Presiden Direktur TransJakarta Agung Wicaksono pernah menyampaikan bahwa pihaknya menetapkan pada 2030 sedikitnya ada 14.000 unit bus listrik yang beroperasi di DKI Jakarta.

Baca juga: Kemenhub Siapkan Aturan Konversi Sepeda Motor ke Tenaga Listrik

"Untuk menuju ke sana bertahap, karena usia armada itu masih sampai 10 tahun. Artinya, seluruh armada Transjakarta yang kita beli tahun depan yang belum listrik itu masih akan habis masanya di 2030," kata dia.

Dia menyebutkan, pihaknya bakal mulai fokus penuh untuk mengoperasikan kendaraan listrik per 2021 mendatang. "2021 kita utamakan udah listrik penambahannya. Setelah itu penambahannya selalu listrik," sambung Agung.

"Total 14 ribu. Kalau dari segi road map seperti itu. Itu bus besar, sedang atau medium size kayak metromini itu sampai ke mikro yang ukuran angkot 14 ribu. Kombinasi semuanya," paparnya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Terkait

TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi