300 Kg Sampah Popok Bayi Diangkat dari Sungai Brantas

Lihat Foto
Dok.Ecoton
Kampanye pembersihan popok sekali pakai oleh Ecoton.
|
Editor: Caroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com - Kelompok penyelamat lingkungan Ecoton mengangkat 300 kilogram sampah popok bekas sekali pakai dari sejumlah anak Sungai Brantas di Kota Kediri, Jawa Timur.

Hasil tersebut merupakan pemantauan pada sungai-sungai di Kota Kediri selama 4 hari terakhir. Evakuasi popok itu terutama dilakukan di beberapa titik jembatan karena banyak ditemukan tumpukan sampah.

"Ada 13 titik yang kami pantau. Jembatan menjadi lokasi favorit membuang popok," ujar Prigi Arisandi, Direktur Ecoton, Rabu (27/9/2017).

Pemantauan pada jembatan itu mengungkapkan, sampah popok mencapai 70 persen dari jenis sampah lain, misalnya sampah plastik dan sampah organik.

Sampah popok paling banyak berasal dari jenis popok bayi disusul popok dewasa lalu pembalut wanita.

(Baca juga: Cerita Dua Pemuda Perancis yang Ingin Sungai Citarum Bebas dari Sampah)

Temuan itu menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat yang masih berperilaku memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah untuk menanggulanginya.

Popok bayi, lanjut Prigi, sangat berbahaya bagi ekosistem lingkungan karena tidak dapat didaur ulang dan mengandung senyawa-senyawa kimia seperti dioksin hingga ptalat.

Senyawa itu dapat mengganggu hormon ikan. Prigi merujuk penelitian yang dilakukan oleh Univerisitas Toulouse dan Universitas Brawijaya tahun 2014 yang menemukan 20 persen ikan Bader jantan di Sungai Kali Mas Surabaya mengalami kebencongan hingga kemandulan.

Kondisi itu tidak membuatnya kaget karena berdasar temuannya, banyak popok bayi sekali pakai di Sungai Kali Mas dan popok itu mengandung residu kimia berbahaya. Dampak turunan juga mengancam manusia karena ikan yang dikonsumsi.

"Dampaknya bisa mengancam manusia karena manusia bagian dari top predator," tandasnya.

Pemerintah Kota Kediri menurutnya perlu membuat kebijakan khusus soal sampah popok bayi ini, misalnya pada sisi infrastruktur dengan menyediakan dropbox dan membuat sanitary landfill untuk menanganinya.

Pada sisi kesadaran masyarakat, juga perlu ditumbuhkan dengan menggerakkan puskesmas dan petugas khusus sebagai kader penggerak sosialisasi itu. Itu perlu dilakukan karena posisi Sungai Brantas Kediri strategis memengaruhi sungai-sungai yang ada di daerah hilir karena Sungai Brantas Kediri berada di wilayah hulu.

Kepala Bagian Humas Kota Kediri Apip Permana belum bisa dikonfirmasi terkait banyaknya temuan sampah popok di wilayahnya.

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi