Armanoe, Kakek yang Setia Sewakan 11.000 Komik dan Buku Koleksinya

Lihat Foto
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Berawal dari melanjutkan cita-cita anak sulungnya, Armanoe (75) dengan setia membuka persewaan buku dan komik di Banyuwangi. Walaupun dalam sehari, hanya satu penyewa yang datang ke rumahnya.
|
Editor: Reni Susanti

KOMPAS.com - Rumah sederhana di Jalan Garuda no 22 Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi terlihat seperti rumah pada umumnya. Yang membedakan hanya tulisan di tembok depan. Buka jam 09.0014.00 dan 17.00-21.00.

Meski terlihat biasa, cobalah masuk ke dalam rumah tersebut. Ribuan komik dan buku tertata rapi di ruang depan. Sang pemilik rumah, Armanoe (75), dengan ramah mempersilahkan Kompas.com, melihat koleksi komik dan bukunya, Rabu (3/1/2018).

"Saya mengelola persewaan komik ini sejak tahun 1999, melanjutkan peninggalan anak pertama saya yang sudah meninggal. Namanya BB Rental. BB ini singkatan dari Bina Baca. Sekarang koleksinya hampir 11.000 komik dan buku," ujar pensiunan guru seni rupa tersebut sambil tersenyum.

Awalnya, menurut Armanoe, dia dan keluarganya memang pecinta buku. Sedangkan anak pertamanya, Galuh, suka mengoleksi komik. Hingga suatu hari, Galuh merintis persewaan komik kecil-kecilan dan VCD film.

(Baca juga : Aiptu Suddin Kini Kerahkan Keluarganya untuk Menebar Virus Literasi)

Setelah Galuh meninggal karena sakit, Armanoe berniat untuk meneruskan cita-cita anak sulungnya tersebut. Galuh mempunyai impian memiliki persewaan buku. 

Dengan modal Rp 150.000, Armanoe membeli 74 komik baru. Semakin lama koleksinya semakin banyak. Namun koleksi awal milik Galuh yang berjumlah puluhan tidak ia sewakan. Komik milik anaknya itu tersimpan rapi di bagian rak atas.

"Ini bukan hanya tentang uang yang didapatkan dari menyewa buku, tapi bagaimana orang-orang mudah mendapatkan bacaan. Dulu ramai sekali yang sewa tapi lima tahun terakhir jumlahnya berkurang sekali. Bahkan satu hari hanya satu orang yang datang untuk sewa," ucapnya.

Lelaki lulusan Akademi Seni Rupa Yogyakarta jurusan reklame tersebut bercerita, pada tahun 2009, perhari rata-rata orang yang datang untuk menyewa sekitar 15 orang. Buku yang keluar saat itu pun hampir 80 buku perhari.

Dia kemudian menunjukkan sebuah catatan berisi tulisan tangannya. "Saya selalu mencatatnya berapa buku yang keluar, berapa orang yang meminjam. Berapa rupiah yang dihasilkan dan berapa uang untuk belanja buku," tuturnya sambil menunjukkan tulisan tangannya yang rapi kepada Kompas.com.

(Baca juga : Charity Open Trip, Serunya Jalan-jalan Sambil Donasi Buku!)

Armanoe tidak sendiri, istrinya ikut membantu menyampuli buku dengan plastik agar tidak mudah kotor dan rusak. Satu buku ia sewakan antara Rp 500 hingga Rp 2.500 dengan masa sewa seminggu.

 

Saat masih jaya, sambung Armanoe, setiap bulan, Toko Buku Gramedia rutin datang ke rumahnya untuk mengirimkan buku. Rata-rata tiap bulan dia membeli 75 sampai 80 buku baru untuk menambah koleksi.

"Ada juga yang cari di Jember dan Surabaya. Yang banyak peminatnya adalah komik Jepang dan Korea. Pernah saya beli komik Amerika dan komik Indonesia yang cetakan baru seperti Si Buta dari Gua hantu, Pandji Tengkorak, tapi nggak ada yang mau baca," ucapnya.

Saat ini, BB Rental, satu-satunya persewaan komik dan buku yang masih bertahan di Kabupaten Banyuwangi.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi