Tujuh Orang Meninggal, Polisi Tindak Tegas Petani yang Pasang Jebakan Tikus Berlistrik

Lihat Foto
Kontributor Nunukan, Sukoco
Foto Dok Polres Ngawi. Lokasi Kadi (58), warga Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi saag ditemukan meninggal dunia di sawah miliknya yang terletak di Dusun Ngembak, Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi pada Senin (12/11) pagi karena tersengat aliran listrik pada jebakan tikus yang dia pasang.
|
Editor: Khairina


NGAWI, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Ngawi, Jawa Timur, akan menindak tegas petani yang masih nekat menggunakan jebakan tikus beraliran listrik.

Kapolres Ngawi AKBP MB Pranatal Hutajulu melalui Kasubbag Humas AKP Eko Setyomartono mengatakan, selama 2018 jebakan tikus beraliran listrik telah memakan korban tujuh orang.

"Selama 2018 sudah ada 7 orang yang meninggal karena jebakan tikus dialiri listrik. Sekarang kapolres gencar sosialisasi agar warga tidak menggunakan itu," ujarnya, Kamis (15/11/2018).

Eko menambahkan, tindakan para petani yang nekat memasang jebakan dialiri listrik yang membahayakan orang lain bisa dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal Dunia dan bisa dikenai hukuman maksimal 5 tahun.

Video Rekomendasi

"Kapolres akan menindak tegas sesuai dengan undang-undang. Seperti kasus di wilayah Geneng yang terjadi bulan kemarin itu prosesnya tetap jalan," imbuhnya.

Baca juga: Suparno Ditemukan Tewas dengan Jebakan Tikus Menempel di Dada

Kejadian terakhir jebakan tikus beraliran listrik menelan korban jiwa terjadi di Kecamatan Padas.

Kadi (58), warga Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi, ditemukan meninggal dunia di sawah miliknya yang terletak di Dusun Ngembak, Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi, pada Senin (12/11) pagi.

Korban dilaporkan meninggal karena terjatuh di pematang sawah dan menimpa kabel yang beraliran listrik. Korban berniat mematikan jebakan tikus yang beraliran listrik yang dia pasang sebelumnya.

Kompas TV
Salah satu penyebab sering terjadi kecelakaan lalu lintas adalah tidak jelasnya pembatas jalan atau separator di jalur busway.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Terkait


Video Pilihan
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi