Viral Gerobak Sampah Jalan Sendiri di Rumah Sakit, Kontur Tanah Turun, Diduga karena Angin

Lihat Foto
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Lokasi Gerobak Sampah RSUD Wonosari, Gunungkidul Rabu (12/2/2020)
Editor: Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan sebuah gerobak sampah berjalan sendiri di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Video tersebut beredar di media sosial, salah satunya diunggah di akun Twitter @pergusoID.

Di video berdurasi 30 menit itu, terlihat gerobak sampah yang diletakkan di dekat sebuah ruangan berpintu bergerak ke arah kamera CCTV.

Kepala Instalasi dan Sanitasi RSUD Wonosari, Priyatno Budiharto mengatakan lokasi di video tersebut ada di depan tempat pembuangan sampah medis B3 RSUD Wonosari.

Jika dilihat, video tersebut diambil saat siang hari. Priyatno menjelaskan di video tersebut terlihat pintu terbuka yang menunjukkan ada orang di dalam ruangan.

Ia enggan mengaitkan gerobak sampah yang jalan sendiri dengan hal gaib. Ia menyebut ada kemungkinan gerobak tersebut bergerak karena angin atau ulah manusia.

"Kalau melihat video itu, itu siang hari dan pintu dibuka, Insya Allah ada orangnya sebenarnya. Kalau lihat videonya, bisa kemungkinan angin, hanya angin bisa juga. Ada istilahnya yang usil lempar batu atau apa saya enggak tahu," kata Priyanto, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Heboh Video Gerobak Sampah Jalan Sendiri di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Ini Penjelasannya

Dari pantauan Kompas.com di lapangan, kontur tanah tempat gerobak sampah jalan sendiri menurun.

Terkait beredarnya video tersebut, manajemen RSUD akan menelusuri siapa yang menyebarkan video tersebut.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari Sumartono mengatakan rekaman kamera CCTV hanya untuk internal RSUD Wonosari.

Baca juga: Kasasi Ditolak, Anggota DPRD Gunungkidul yang Telantarkan Istri Dipenjara 3 Bulan

"Terkait ada video ini saya tahu dari konfirmasi teman-teman. Setelah itu baru saya telusuri, termasuk yang menyebarkan juga akan kami usut. Karena CCTV kan untuk pengawasan bukan untuk konsumsi publik," ucap Sumartono saat ditemui di ruangannya.

"Kemungkinan yang terjadi seperti itu dari yang punya alatnya (Petugas)," kata Sumartono menambahkan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Markus Yuwono | Editor: David Oliver Purba)

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi