Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/MASRIADI
Pemerintah Kota Lhokseumawe memindahkan lokasi penampungan sementara untuk 99 warga Rohingya asal Myanmar dari eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (10/7/2020) sore.
|
Editor: Dony Aprian

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com– Pemerintah Kota Lhokseumawe memindahkan lokasi penampungan sementara untuk puluhan pengungsi etnis Rohingya ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya mengatakan, lokasi penampungan sebelumnya di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe tidak memiliki sarana memadai untuk mandi cuci kakus (MCK).

“Awalnya sempat ingin dipindah ke lokasi penampungan Rohingya sebelumnya di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur. Namun, di sana sedang digunakan untuk tempat isolasi mandiri Orang Dalam Pemantauan (ODP) corona Aceh Utara,” kata Suaidi, Jumat (10/7/2020) sore.

Baca juga: Pemerintah RI Bakal Pindahkan 99 Pengungsi Rohingya di Aceh

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selain itu, kata dia, pemindahan lokasi penampungan sementara itu diputuskan bersama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Dikatakan Suaidi, pihaknya telah menyediakan logistik makananan hingga tiga bulan ke depan.

Terkait status hukum warga Rohingya, pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga yang menangani pengungsian dunia UNHCR.

Baca juga: RI Akan Dalami Dugaan Pengungsi Rohingya di Aceh Korban Penyelundupan

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto menyebutkan TNI/Polri dan Satpol PP secara bergantian akan berjaga di lokasi penampungan.

“Mereka juga diedukasi soal budaya dan adat masyarakat Aceh. Sehingga tidak ada masalah di kemudian hari karena mis komunikasi,” pungkasnya.

Berdasarkan data pemerintah, ada 99 pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia pada 24 Juni 2020. 

Para pengungsi tersebut terdiri dari 43 dewasa, yakni 30 perempuan dan 13 laki-laki.

Kemudian, 56 anak-anak di bawah 18 tahun yang terdiri 43 perempuan dan 13 laki-laki.

Mayoritas pengungsi itu juga sudah memiliki kartu dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), yang berarti mereka telah resmi berstatus pengungsi dan mendapatkan hak internasional perlindungan di bawah UNHCR.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi