Ganjar Sarankan Penyembelihan Hewan Kurban Dilakukan di RPH

Lihat Foto
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
|
Editor: Abba Gabrillin

SEMARANG, KOMPAS.com - Masyarakat di Jawa Tengah diperbolehkan melaksanakan berbagai bentuk rangkaian hari raya Idul Adha.

Namun, pelaksanaan ibadah disesuaikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha.

Baca juga: Tak Direstui Ganjar, Pembubaran Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal Batal

Terlebih pada saat penyembelihan hewan kurban, karena berpotensi terjadi kerumunan masyarakat yang datang untuk melihat pemotongannya.

"Kalau aturan dari Kemenag kan sudah ada. Justru sekarang yang kita sampaikan kepada warga hati-hati pada saat menyembelih hewan kurban, karena biasanya ada kerumunan," kata Ganjar, Kamis (30/7/2020).

Untuk mengantisipasi hal itu, Ganjar menyarankan agar pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan (RPH).

Baca juga: Pantau Protokol Kesehatan, Ganjar Harap Sekolah Punya Satgas Jogo Sekolah

Selain itu, dia juga meminta kepada semua panitia kurban di Jawa Tengah untuk tidak menggunakan plastik sebagai bungkus daging kurban.

Sebagai gantinya, warga bisa menggunakan besek (kotak anyaman babu) atau bungkus lain yang lebih ramah lingkungan.

"Akan baik kalau kita menggunakan RPH saja, karena kan relatif sehat. RPH kita ternyata sudah saya cek, sudah siap dalam bentuk besek, tinggal mau berapa dibagi dalam jumlah berapa. Maka ini saran saya agar tidak terjadi kerumunan," kata Ganjar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng Musta'in Ahmad mengatakan, sebaiknya hanya petugas dan panitia saja yang diperbolehkan berada di tempat pemotongan hewan kurban.

"Ditentukan agar yang terlibat hanya yang berkepentingan saja, yang nonton dan kerumunan tidak ada. Kalau bisa tertutup, jadi orang tidak keluar masuk," kata dia.

Sementara pembagian daging, nantinya panitia yang akan berkeliling membagikan kepada masyarakat untuk mencegah kerumunan.

"Pembagiannya, para panitia mengantar, bukan membagi ke kerumunan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi