Aceh Termiskin di Sumatera, Mantan Bupati Aceh Tenggara: Wilayah Terlalu Luas, Butuh Pemekaran

Lihat Foto
KOMPAS.com/TEUKU UMAR
Pantauan KOMPAS. Com sejak Rabu (17/02/2021) di depan kantor Gubernur Aceh sepanjang Jalan Teuku Nyak Arief berjejer terpasang papan bunga ucapan selamat kepada Pemerintah Aceh sebagai bentuk sindiran kegagalan Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh tertinggi di Sumatera sejak beberapa tahun terakhir ini.
|
Editor: Aprillia Ika

ACEH, KOMPAS.com - Mantan Bupati Aceh Tenggara periode 2004-2009 Armen Desky, menganggapi isu pemekaran yang kembali mencuat setelah Aceh mendapatkan posisi ke-6 termiskin di Indonesia, dan peringkat pertama termiskin di Sumatera yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Armen Desky yang juga tokoh pemekaran wilayah di Aceh ini, pihaknya sudah memprediksi ketidakmampuan Aceh menyelesaikan persoalan kemiskinan selama beberapa periodesasi kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. 

Hal ini karena wilayah Aceh dianggap terlalu besar. Sehingga, meskipun Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) yang besarnya mencapai Rp 15 triliun saat ini, belum mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan di Aceh. 

Baca juga: Soal Aceh Termiskin di Sumatera, Kantor Gubernur Dikirimi Karangan Bunga hingga Disebut Salah Kelola Anggaran

Oleh sebab itu, pemekaran provinsi Aceh jadi 3 provinsi baru jadi solusi, yakni yakni Aceh, Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS). 

"Kan sudah kita prediksi sejak dahulu, percepatan pembangunan dan ekonomi di wilayah Aceh adalah dengan pemekaran provinsi hingga 3 wilayah. APBA kita sekarang Rp 15 triliun, jadi kalau 3 provinsi ada Rp 10 triliun saja sudah Rp 30 triliun, sudah pasti provinsi kita terkaya dan termakmur," kata Armen Desky, melalui pesan singkatnya, Jumat (19/2/2021).

"Jadi kita mendesak Gubernur Aceh dan DPRA untuk segera memekarkan Provinsi ALA dan ABAS yang sedang dalam perjuangan," lanjutnya. 

Menurut dia, pemekaran ini tidak akan menimbulkan kerugian bagi Aceh, karena semua provinsi itu akan bernaung dibawah Wali Nanggroe. Inilah kekhususan dan keistimewaan Aceh.

"Alasan pemekaran itu adalah hal yang logis, karena tidak mampu seorang gubernur menyelesaikan rentang kendali yang terlampau jauh, dan pemekaran akan mengentaskan kemiskinan, dan bersatu dalam bingkai NKRI," pungkas Armen Desky.

Baca juga: Kantor Gubernur Aceh Dibanjiri Bunga Ucapan Selamat Termiskin di Sumatera

Aceh Termiskin se-Sumatera

Awal pekan ini, Badan Pusat Statistik Aceh merilis data statistik Aceh, dengan menyebutkan Aceh kembali menjadi provinsi termiskin di Sumatera.

Hal ini karena meningkatnya jumlah warga miskin di Aceh. Sementara di urutan kedua adalah Bengkulu dengan persentase kemiskinan 15,30 persen, ketiga Sumatera Selatan 12,98 persen, dan Lampung 12,76 persen.

Dalam rilis yang diterbitkan, Kepala BPS Aceh Ihsanurrijal menjelaskan, jumlah penduduk miskin Aceh pada September 2020 sebanyak 833.910 orang atau 15,43 persen.

Jumlah itu bertambah 19.000 orang dibandingkan Maret 2020, yakni 814.910 orang. Dalam enam bulan tersebut, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan dan perkotaan mengalami kenaikan.

Di perkotaan, persentase penduduk miskin naik sebesar 0,47 poin atau dari 9,84 persen menjadi 10,31 persen. Sedangkan di daerah pedesaan angkanya naik 0,50 poin atau dari 17,46 persen menjadi 17,96 persen.

Baca juga: Masuk 10 Besar Provinsi Miskin di Indonesia, Wagub Sumsel Salahkan Prokes dan PSBB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi