Ayah di Ponorogo Cabuli 2 Anak Kandung Selama 8 Tahun, Pelaku Dilaporkan Istri ke Polisi

Lihat Foto
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
DIGIRING—Aparat Satreskrim Polres Ponorogo menggiring tersangka DW, warga Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang tega mencabuli dua anak perempuan kandungnya hingga delapan tahun. 
|
Editor: Priska Sari Pratiwi


PONOROGO, KOMPAS.com,- Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ponorogo menangkap DW (58), seorang pria warga Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terkait dugaan pencabulan terhadap kedua anak kandungnya .

Dari hasil penyidikan polisi, tersangka DW sudah mencabuli dua anak kandungnya selama delapan tahun terakhir. 

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus menyatakan, tersangka ditangkap setelah ibu kandung korban melaporkan ke polisi.

Baca juga: Kronologi Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Ponorogo, Terjatuh ke Sungai Saat Turun dari Sepeda

 

Video Rekomendasi

“Dari laporan ibu kandung korban  yang juga istri tersangka kami menangkap DW,” kata Sitorus, Rabu (1/12/2021).

Kepada polisi, tersangka DW mengaku mencabuli anak kandungnya itu sejak 2013 saat keduanya tertidur.

“Tersangka sudah berkali-kali mencabuli dua anaknya. Bahkan pertama kali dilakukan pada salah satu anaknya tahun 2013 saat korban masih berumur 13 tahun,” ungkap Sitorus.

Terakhir, kata Sitorus, tersangka DW mencabuli dua anaknya pada November 2021.

Menurut Sitorus, ibu kandung korban sebenarnya mengetahui aksi bejat yang dilakoni suaminya.

Namun tersangka sering mengancam ibu korban dengan kekerasan bila melaporkan aksi cabulnya itu kepada orang lain.

Lantaran tak tahan dengan perilaku tersangka DW, ibu korban akhirnya memberanikan diri melaporkan perbuatan bejat suaminya ke polisi.

Baca juga: Dosen RH, Terdakwa Kasus Pencabulan di Jember Divonis 6 Tahun Penjara

Mendapatkan laporan itu, polisi bergerak cepat menangkap DW setelah memiliki alat bukti yang cukup.

Saat ini tersangka DW ditahan di Mapolres Ponorogo untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dalam penyidikan.

Terhadap laporan itu, tersangka DW diancam dengan tuduhan melanggar pasal 76 huruf d dan e Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel Terkait


Video Pilihan
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi