Taman Nasional Bunaken: Sejarah, Keistimewaan, dan Tempat Wisata di Dalamnya

Lihat Foto
(SHUTTERSTOCK/SOFT_LIGHT)
Ilustrasi seorang pria tengah snorkeling di lautan jernih dengan terumbu karang indah di Bunaken.
|
Editor: William Ciputra

KOMPAS.com - Taman Nasional Bunaken merupakan kawasan pelestarian ekosistem tropis perairan yang berada di pusat segitiga terumbu karang dunia.

Lokasi kawasan Taman Nasional Bunaken berada di Provinsi Sulawesi Utara dengan Kota Manado sebagai kota terdekat.

Taman Nasional Bunaken didirikan pada tahun 1991 dan memiliki luas kawasan mencapai 89.065 hektare.

Dari luas tersebut, sebanyak 97 persen di antaranya merupakan habitat laut, sedangkan 3 persen sisanya daratan.

Taman Nasional Bunaken mencakup lima pulau, yaitu Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Mantehage, Pulau Naen, dan Pulau Siladen.

Video Rekomendasi

Sejarah Taman Nasional Bunaken

Pembentukan Taman Nasional Bunaken berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 730/Kpts-II/1991 yang diteken pada 15 Oktober 1991.

Sedangkan peresmian Taman Nasional Bunaken dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 24 Desember 1992 di Bongohulawa.

Fungsi pokok Taman Nasional Bunaken antara lain memberikan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa.

Selain itu juga berfungsi sebagai pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Meski baru didirikan pada tahn 1991, namun nama Bunaken sendiri sudah dikenal sejak tahun 1885.

Ketika itu, masyarakat Tanjung Parigi memilih untuk pindah ke arah tenggara, tepatnya di tepi pantai yang menghadap Kota Manado.

Tempat baru itu oleh masyarakat disebut Wunakeng, yang berasal dari kata Kiwunakeng yang artinya tempat tinggal.

Seiring berjalannya waktu, daerah ini disebut juga dengan Bunaken yang berasal dari kata Pamunakeng yang artinya tempat singgah kapal-kapal.

Sementara keanekaragaman hayati laut di Taman Nasional Bunaken baru diketahui tahun 1975 oleh sekelompok penyelam.

Flora dan Fauna di Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken berada di pusat Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle yang membentang di perairan Indonesia, Malaysia, hingga Timor Leste.

Dengan demikian, Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya.

Berdasarkan data yang ada, terdapat 390 spesies terumbu karang di kawasan taman nasional ini.

Luas terumbu karang di kawasan ini mencapai 11.709 hektare, dengan 68 ganera.

Taman Nasional Bunaken juga memiliki beberapa jenis hutan bakau yang luasnya mencapai 2.434 hektare dengan 28 spesies.

Ada juga ppadang lamun seluas 5.108 hektare dengan 9 spesies, serta lebih dari 2.000 spesies ikan karang, 200 spesies moluska, dan 8 spesies mamalia laut.

Di daratan Taman Nasional Bunaken terdapat pohon sagu, woka, silar, hingga kelapa.

Selain itu juga terdapat beberapa spesies hewan darat seperti rusa dan kuskus. Sementara di hutan bakaunya terdapat habitat kepiting, moluska, dan burung laut.

Tempat Wisata di Taman Nasional Bunaken

Di kawasan Taman Nasional Bunaken terdapat sekitar 22 desa yang dihuni sekiat 35.000 orang penduduk.

Kawasan Taman Nasional Bunaken ini sangat cocok bagi pecinta diving dan snorkeling.

Meski demikian, Taman Nasional Bunaken tetap menjadi surga bagi penikmat wisata bahari, terlebih wisata bawah laut.

Untuk menuju Taman Nasional Bunaken, pengunjung harus menyeberang melalui Pelabuhan Manado di Kecamatan Molas.

Dari Pelabuhan Manado, pengunjung diarahkan naik perahu motor menuju pulau pilihan di Taman Nasional Bunaken.

Waktu tempuh ke masing-masing pulau berbeda. Untuk ke Pulau Siladen diperlukan 20 menit, Pulau Bunaken 30 menit, Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit.

Di Pulau Bunaken sendiri terdapat pantai yang menjadi favorit pengunjung, yaitu Pantai Liang.

Pantai Liang ini menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat dengan banyak yang menjual makanan, minuman, souvenir, hingga sewa alat menyelam.

Pengunjung di Pantai Liang Bunaken juga terdapat tugu ikonik Bunaken.

Untuk masuk ke Taman Nasional Bunaken dikenakan tiket sebesar Rp 5000 bagi penunjung lokal dan Rp 150.000 bagi turis asing.

Sumber:
Tribunnewswiki.com
Tn-bunaken.com
Menlhk.go.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan
TAG:

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi