Mencumbu Warna ala "Mata Super", Berani Coba?

Lihat Foto
THINKSTOCKPHOTOS
Mata tetrakromatik membuat penglihatan pemiliknya 100 kali lipat lebih sensitif mengenali warna dibanding mata manusia pada umumnya.
|
Editor: Latief


KOMPAS.com
– Bayangkan Anda sedang duduk santai di beranda rumah sambil memandangi rangkaian bunga mawar merah jambu dalam vas. Apa saja yang Anda lihat?

Kebanyakan orang akan melihat warna merah muda mawar atau hijau daunnya saja. Namun, tidak demikian di mata Concetta Antico.

Bagi perempuan tersebut, ada kilauan warna keemasan dan biru langit bercampur warna merah muda pada mawar yang sama. Antico juga menangkap tambahan warna magenta di ujung daun mawar, berpadu dengan warna toska di beberapa bagian lain.

"Ketika lampu membuat bayangan di dinding, saya melihat warna violet, lavender, dan toska. Anda mungkin hanya melihat warna abu-abu," tutur dia seperti dikutip Kompas.com, Minggu (19/4/2015).

Kemampuan penglihatan seperti Antico ini disebut tetrakromatik. Kondisi genetik langka tersebut membuat matanya 100 kali lipat lebih sensitif mengenali warna dibanding mata manusia pada umumnya.

Sebenarnya, kemampuan "mata super" semacam ini bukan hal aneh pada hewan. Burung, misalnya, biasa memilih pasangan berdasarkan perbedaan warna tipis yang tak kasat bagi mata manusia. Pun demikian bagi serangga ketika mereka memilih hinggap di bunga tertentu. 

Namun, pada manusia kondisi ini hanya dimiliki sekitar satu persen penduduk dunia. Lalu, apa yang membuat mata seperti milik Antico berbeda? 

Mata memiliki sensor untuk mengenali warna, yaitu sel kerucut. Kebanyakan manusia memiliki tiga jenis sel kerucut atau trikromatik, yang sensitif terhadap warna biru, hijau, dan merah. Percampuran tiga warna ini memungkinkan manusia melihat ragam warna lain. 

Adapun mata Antico memiliki empat jenis sel kerucut sehingga lebih sensitif terhadap percampuran warna. Misalnya, warna hijau pada umumnya dikenali sebagai perpaduan antara kuning dan biru. Nah, orang-orang seperti Antico juga bisa menemukan sentuhan biru dan kuning tersebut pada warna hijau. 

"Saya melihat corak yang lebih bernuansa dan banyak warna pada penerangan redup," ucap Antico. Berkat "mata super" itu, sejak kecil Antico terbiasa melihat dunia dari sudut pandang unik.

Halaman Selanjutnya
Halaman
Baca tentang

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Komentar

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi