Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Skizofrenia, Mungkinkah karena Kekurangan Vitamin D dalam Kandungan?

Lihat Foto
ilustrasi skizofrenia
|
Editor: Shierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com – Sampai saat ini, alasan dari terjadinya skizofrenia masih menjadi misteri. Namun, penelitian terbaru memberikan petunjuk yang lebih baik.

Studi jangka panjang yang melibatkan 2.602 individu telah menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dan perkembangan skizofrenia di masa depan kehidupan.

"Skizofrenia adalah gangguan pada otak yang ditandai dengan adanya halusinasi, delusi, dan gangguan kognitif," ujar John McGrath, ahli saraf dari Queensland Brain Institute di Australia dan Aarhus University di Denmark, seperti yang dikutip dari Science Alert pada Kamis (06/12/2018).

Umumnya, penderita skizofrenia akan menunjukkan gejalanya ketika mereka memasuki usia 15 tahun. Namun, para ahli saraf mempunyai hipotesis yang menunjukkan bahwa skizofrenia mungkin bisa diketahui sejak masa kandungan.

Baca juga: Curhat Kanye West kepada Presiden Trump soal Diagnosis Bipolar...

Berdasarkan studi di Denmark dan dibantu oleh Daftar Nasional Denmark, 44 persen bayi yang lahir dengan kekurangan vitamin D mengalami peningkatan risiko skizofrenia.

Untuk membuktikan hal ini, para peneliti mengidentifikasi 2.602 individu yang lahir antara tahun 1981 dan 2001 dan terdiagnosis skizofrenia saat remaja, dan melihat konsentrasi vitamin D dalam darah yang diambil ketika mereka masih bayi.

Kemudian para individu yang diteliti tersebut dibandingkan secara usia dan jenis kelamin dengan sampel kontrol yang tidak terjangkit skizofrenia. Hasilnya menurut para peneliti, vitamin D terlibat 8 persen lebih banyak dalam kemungkinan kasus skizofrenia di Denmark.

"Skizofrenia adalah kelainan serius yang sangat sayang untuk diabaikan semua petunjuknya. Kita harus mengikuti setiap petunjuk sebisa mungkin, meskipun beberapa petunjuk mungkin tidak biasa dan tidak masuk akal," ujar McGrath.

"Kuncinya adalah untuk mencegah individu terjangkit skizofrenia dan saya pikir pengalaman dengan hubungan anatra folat dan spina brifida adalah contoh yang baik, aman, simpel, dan murah yang dapat menghindarkan kita dari kelainan otak," imbuh McGrath.

Baca juga: Tragedi Jessica Mananohas dan Psikologi Seorang Ibu Pembunuh

Studi sebelumnya juga mengidentifikasi hubungan genetik antara skizofrenia dengan autisme dan hubungan autisme dengan kekurangan vitamin D sebelum lahir.

Meski studi yang terbit pada jurnal Scientific Reports menyatakan bahwa vitamin D mempunyai peran dalam kemungkinan terjangkitnya skizofrenia, namun kondisi ini masih sering ditemukan di wilayah yang kaya akan sinar matahari dan dalam individu yang level vitamin D nya normal.

Dengan fakta tersebut, hal ini seakan menantang para peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan harapan menemukan metode prevensi pada kasus skizofrenia.

"Langkah selanjutnya adalah melakukan uji klinis acak dengan memberikan suplemen vitamin D pada wanita hamil yang kekurangan vitamin D, untuk memeriksa dampak pada perkembangan otak anak dan risiko gangguan perkembangan syaraf seperti autisme dan skizofrenia," pungkas McGrath

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Play

Lihat Semua

Video Pilihan
TAG:


Terpopuler
Komentar

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi