Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Data Membuktikan, Anak Muda Tidak Kebal Virus Corona

Lihat Foto
Shutterstock
Ilustrasi virus corona
|
Editor: Shierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com - Meskipun pemerintah telah menghimbau untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak fisik, masih banyak anak muda yang tidak melakukannya dan tetap berpergian ke ruang-ruang publik.

Pada minggu lalu misalnya, polisi terpaksa membubarkan sekumpulan anak muda yang nongkrong di Blok M, Jakarta, dan kafe di Surabaya. Selain itu, hingga hari ini pun, masih banyak laporan polisi membubarkan acara keramaian seperti pernikahan dan reuni.

Padahal, seperti diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak ada jaminan bagi para generasi muda bahwa tubuh mereka akan kebal virus corona.

Melansir BBC, Jumat (20/3/2020); Direktur Umum WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pernah mengatakan dalam konferensi daring dari Jenewa, meskipun orang tua yang paling rentan, bukan berarti anak muda lebih selamat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Kasus Pertama, Kucing di Belgia Tertular Virus Corona dari Pemiliknya

"Kepada seluruh anak muda, bukan berarti kalian aman. Virus ini bisa membuat kalian dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu atau bahkan membunuh kalian," ucap Tedros.

Dia menambahkan, meskipun anak muda tidak merasa sakit, namun keputusan mereka untuk bepergian dapat menentukan kehidupan dan kematian bagi orang lain.

Data membuktikan, anak muda tidak kebal corona

Sebuah analisis dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan bahwa generasi muda juga berisiko terinfeksi virus corona.

Data menunjukkan sekitar seperlima orang Amerika Serikat terkonfirmasi Covid-19 yang berusia 20-44 tahun menjalani perawatan di rumah sakit, dan sekitar 2-4 persen di antaranya membutuhkan penanganan di unit perawatan intensif.

Memang harus diakui bahwa menurut laporan CDC, 31 persen kasus terinfeksi Covid-19 di AS berasal dari kelompok usia di atas 65 tahun. Dari jumlah ini, sekitar 45 persen menjalani perawatan rawat inap, 53 persen penanganan ICU, dan 80 persen meninggal dunia.

Lalu, antara 12 Februari hingga 16 Maret 2020, CDC mendapatkan 4.226 kasus baru. Dalam 144 kasus golongan usia di atas 85 tahun, sekitar 31 hingga 71 persen pasien dirawat di rumah sakit dan 6,3 hingga 29 persen di antaranya membutuhkan perawatan intensif. Angka kematian pada golongan ini mencapai 10 hingga 27 persen.

Baca juga: Panduan Mencegah Corona, Saat Barang dari Luar Masuk ke Dalam Rumah

Sebaliknya, tidak ada data yang menunjukkan perawatan ICU atau kematian pada orang-orang yang berusia di bawah 20 tahun.

Meski demikian, bukan berarti golongan muda selamat dari risiko terinfeksi virus corona.

Pada periode yang sama, CDC memperoleh data sekitar 1,6 hingga 2,5 persen dari 123 pasien terinfeksi pada usia di bawah 19 tahun yang dirawat di rumah sakit, di antara mereka tidak ada yang membutuhkan perawatan intensif dan tidak ada yang meninggal.

Sedangkan pada golongan pasien berusia 20 hingga 44 tahun, hanya 14 hingga 21 persen dari 705 kasus yang dirawat di rumah sakit, 2-4 persen dialihkan ke ICU, dan 0.1 hingga 0.2 persen yang meninggal.

Para peneliti di China juga menemukan bahwa virus corona juga bisa menginfeksi kalangan anak-anak.

Dilaporkan dalam jurnal Pediatrics; pada awal penyebaran wabah, China memiliki 2.143 kasus Covid-19 pada anak-anak yang 90 persen di antaranya hanya bergejala ringan. Akan tetapi, sekitar 6 persen kasus pada anak merupakan kasus berat dan kritis.

Bahkan dalam sebuah penemuan, hampir 11 persen kasus pada bayi merupakan kasus parah hingga kritis. Untungnya, tidak ada bayi yang meninggal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Halaman Selanjutnya
Halaman
Baca tentang
Sumber: BBC, statnews
Tag

Artikel Terkait


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Video Pilihan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi