Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tumbuh bersama kekuatan mimpi perempuan Indonesia

Teleskop Angkasa James Webb, Teleskop Paling Canggih buatan NASA

Lihat Foto
NASA via SPACE
Ilustrasi Teleskop Luar Angkasa James Webb setelah semua bagian cermin terpasang.
|
Editor: Nadia Faradiba

KOMPAS.com - Teleskop Angkasa James Webb adalah teleskop terbesar dan paling canggih yang pernah dibuat oleh NASA. Teleskop raksasa ini merupakan teleskop pertama yang menangkap foto berwarna di luar angkasa dan sangat menjanjikan untuk eksplorasi lebih luas mengenai luar angkasa.

Teleskop Angkasa James Webb telah berhasil menangkap beberapa foto dengan kualitas tinggi. Beberapa foto yang telah dirilis oleh NASA adalah gugus galaksi besar SMACS 0723, Eksoplanet WASP-96 B, nebula planeter NGC 3132 (dikenal juga dengan nama Nebula Cincin Selatan), kwintet Stephan, dan NGC 3324 atau Nebula Carina.

Pembuatan Teleskop Angkasa James Webb

Teleskop yang sedang mengudara ini merupakan pengembangan yang jauh lebih rumit dari teleskop buatan NASA sebelumnya, yaitu teleskop Hubble dan Spitzer. Perbedaannya adalah spektrum cahaya yang ditangkap. Hubble fokus menangkap cahaya tampak dan cahaya ultraviolet. Sedangkan Webb fokus menangkap gelombang inframerah. Webb disebut teleskop yang sangat sensitif, bahkan teleskop Webb bisa mendeteksi panas tubuh lebah di Bumi yang ditangkap dari jarak Bulan.

NASA memiliki partner dalam menjalankan megaproyek ini, yaitu European Space Agency (ESA) dan Canadian Space Agency. Tim penyusunnya terdiri dari ribuan ilmuwan dan insinyur yang berasal dari 14 negara dan 29 negara bagian Amerika Serikat. Pembuatan teleskop yang besarnya sebesar lapangan tenis ini memakan waktu hingga 40 juta jam.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teknologi yang digunakan pada Teleskop Angkasa James Webb

Teleskop Webb dirancang untuk menangkap sinar inframerah. Hal ini untuk mencapai tujuan utama pembuatan Teleskop Webb yaitu untuk melihat bintang dan galaksi pertama yang jaraknya 13,5 milyar tahun cahaya. Luar angkasa yang terus meluas ini membuat cahaya dari bintang pertama ini sampai ke galaksi kita sebagai cahaya inframerah.

Video Terkini

Baca juga: Teleskop James Webb Rilis Foto Berwarna Pertama Alam Semesta

Berikut ini adalah teknologi canggih di dalam Teleskop Angkasa James Webb:

1. Bagian utama teleskop

Bagian utama Teleskop Webb disebut sebagai origami canggih raksasa. Salah satu komponen utamanya, yaitu cermin, memiliki luas sebesar 25 meter persegi dengan diameter lebih dari 6,5 meter. Dengan luas sebesar ini, para insinyur mendesain cermin ini menjadi 18 buah cermin berbentuk segi enam dan bisa terlipat seperti origami agar bisa dibawa menggunakan pesawat ulang-alik.

Cermin besar ini terbuat dari berilium yang dilapisi emas yang sangat tipis, yaitu dengan ketebalan 700 atom. Cermin ini kemudian ditempelkan kepada bahan graphite-epoxy composite.

Selain cermin, instrumen yang ada di dalam teleskop antara lain kamera NIRCam, spektrograf, dan koronograf. Fungsi instrumen ini ada dua. Pertama, untuk mengambil gambar. Kedua, menjalankan fungsi spektroskop, yaitu memecah cahaya ke berdasarkan panjang gelombang (seperti titik hujan memecah pelangi) untuk membedakan benda-benda kosmik. Panjang cahaya inframerah yang mampu ditangkap Teleskop Webb adalah 0,6 sampai 28,5 mikron.

2. Pesawat yang membawa teleskop

Pesawat yang membawa Teleskop Webb adalah roket Ariane 5. Roket ini disediakan oleh ESA. Roket Ariane 5 menggunakan kombinasi bahan bakar padat dan cair kriogenik dengan ujung berbentuk corong dan sayap.

Ariane 5 akan terbuka dan membentangkan pelindung Matahari yang melindungi teleskop. Lapisan tersebut terdiri dari lima lapis pelindung Matahari agar mampu beroperasi dalam suhu ekstrem. Pelindung Matahari pada pesawat ini setara dengan Sun Protection Factor (SPF) satu juta. Teleskop Angkasa James Webb mampu beroperasi pada suhu paling rendah -235 derajat Celsius hingga suhu paling panas 125 derajat Celsius.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Video rekomendasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Video Pilihan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi