Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sifat Koligatif Larutan Non-Elektrolit

Baca di App
Lihat Foto
Dok. Universitas Indonesia
Di tengah pandemi Covid-19, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kimia Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) tengah membuat produk hand sanitizer dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada rumah sakit hingga sekolah.
|
Editor: Rigel Raimarda

KOMPAS.com - Sifat koligatif adalah sifat fisik larutan yang disebabkan oleh banyaknya zat terlarut pada suatu larutan.

Sifat koligatif tidak bergantung pada hal selain jumlah zat terlarut apapun senyawa yang dilarutkan kedalamnya. 

Dilansir dari Encyclopedia.com, sifat koligatif tersebut adalah penurunan tekanan uap, kenaikan titik didik, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.

Penurunan Tekanan Uap

Pada tahun 1878, ahli kimia François-Marie Raoult melakukan eksperimen perbedaan tekanan uap pada larutan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raoult menemukan bahwa larutan memiliki tekanan uap yang lebih rendah dibandingkan saat masih menjadi pelarut murni.

Baca juga: Sifat Koligatif Larutan: Perbedaan Molaritas dan Molalitas

Dilansir dari Chemistry LibreTexts, hukum Raoult menyebutkan bahwa penurunan tekanan uap (ΔP) suatu larutan adalah besar tekanan uap pelarut murni (Po) yang dikalikan dengan fraksi mol pelarutnya (Xp), sebagai berikut:

KOMPAS.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus penurunan tekanan uap

Jika urea dilarutkan ke dalam air lalu dididihkan, tekanan uapnya akan lebih rendah dibanding air murni.

Hal ini dikarenakan molekul-molekul urea menghalangi molekul air untuk menguap sehingga larutan lebih sulit menguap.

Hal ini menyebabkan setiap larutan akan mengalami penurunan uap dibandingkan pelarut murninya.

Baca juga: Konsep Tekanan pada Peredaran Darah

Kenaikan Titik Didih

Sama dengan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih larutan terjadi karna molekul-molekul terlarut menghalangi molekul air untuk menguap.

Jika air murni mendidih pada suhu 100 derajat celcius, larutan air dan glukosa dapat mendidih pada suhu yang lebih tinggi.

 

 

Kenaikan titik didih (ΔTb) adalah besar dari konstanta elevasi titik didih (Kb) dikalikan dengan molalitas larutannya (m) sebagai berikut:

KOMPAS.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus kenaikan titik didih

Konstanta kenaikan titik didih bergantung pada jenis pelarutnya. Air memiliki Kb 0,52 sedangkan aseton memiliki Kb senilai 1,71.

Baca juga: Menghitung Pasangan Titik pada Persamaan Garis Lurus

Penurunan Titik Beku

Pada suatu larutan, zat terlarut menyebabkan larutan tersebut lebih pekat dibandingkan pelarut murninya.

Hal ini menyebabkan larutan akan lebih sulit membeku, sehingga titik bekunya mengalami penurunan dari titik beku pelarut murninya.

Penurunan titik beku (ΔTb) adalah besar dari konstanta perubahan titik beku (Kb) dikalikan dengan molalitas larutannya (m) sebagai berikut:

KOMPAS.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus penurunan titik beku

Konstanta perubahan titik beku juga berbeda-beda pada setiap jenis pelarutnya.

Tekanan Osmotik

Melansir Encyclopedia.com, tekanan osmotik adalah tekanan yang dihasilkan oleh osmosis atau perpindahan partikel dari larutan yang pekat ke larutan yang lebih encer. Kedua larutan ini dipisahkan oleh membran semipermeabel.

Osmosis akan terus terjadi hingga kedua larutan mencapai kesetimbangan. Tekanan osmotik dirumuskan sebagai hasil kali dari konstanta gas (R), molaritas larutan (M), dan juga suhu larutan (T) sebagai berikut:

Baca juga: Menentukan Koordinat Kedua Titik Potong Garis Persamaan Linier Kuadrat

KOMPAS.com/SILMI NURUL UTAMI rumus tekanan osmotik

Konstanta gas (R) memiliki nilai sebesar 0,082 mol/K.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi