Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merkurius, Planet Bintang Fajar

Baca di App
Lihat Foto
SHUTTERSTOCK/Dotted Yeti
Ilustrasi planet Merkurius
|
Editor: Nibras Nada Nailufar

KOMPAS.com - Bangunlah di dini hari lalu keluar rumah dan lihatlah ke langit. Carilah posisi bulan dari tempatmu berdiri, tapi apa itu di dekat bulan?

Terlihat seperti bintang yang bersinar di dekat Bulan yang besar. Benda bersinar itu disebut dengan bintang fajar atau bintang pagi, namun sebetulnya itu bukan bintang melainkan sebuah planet.

Planet Bintang Fajar

Sejak jaman dahulu, manusia mengamati bintang untuk menentukkan arah dalam suatu perjalanan. Salah satunya adalah bintang fajar yang selalu muncul di dekat bulan sebelum terbitnya Matahari.

Bintang fajar ini disebut dengan naman “Hermes” oleh orang-orang Yunani kuno. Hingga akhirnya diketahui bahwa bintang fajar bukanlah sebuah bintang, melainkan sebuah planet.

Planet Merkurius adalah planet yang paling dekat dari Matahari dengan jarak 58 juta kilometer, sekitar sepertiga jarak Bumi ke Matahari.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Mengapa Merkurius dan Venus Tidak Memiliki Satelit Alami?

 

Jarak yang dekat menjadikan orbit Merkurius paling pendek dibandingkan planet lainnya dalam tata surya. Selain orbit yang paling pendek, Merkurius juga memiliki kecepatan orbit yang paling tinggi di antara planet lainnya dalam tata surya kita.

Dilansir dari NASA History Division, jarak Merkurius yang sangat dekat dengan Matahari dan orbitnya yang hampir dua kali lebih cepat dari orbit Bumi menyebabkan Merkurius seperti terbang dari satu sisi Matahari ke sisi lainnya.

Hal ini menyebabkan Merkurius selalu mucul pada waktu fajar saat Matahari terbit dan disebut sebagai bintang fajar.

Merkurius adalah planet terkecil, terdekat dengan Matahari, dan terpadat kedua setelah Bumi dalam tata surya kita. Merkurius juga tidak memiliki satelit, yang berarti tidak ada bulan pada Merkurius.

Perputaran dan Orbit Merkurius

Merkurius adalah planet dengan tahun yang pendek namun hari-harinya berlangsung sangat panjang.

Jika Bumi berotasi selama 1 hari, maka Merkurius membutuhkan waktu 59 hari untuk berotasi mengelilingi dirinya sendiri. Adapun kala revolusi Merkurius hanyalah 88 hari, yang berarti satu tahun di Merkurius hanyalah 88 hari.

Dilansir dari NASA Solar System Exploration, siang dan malam di Merkurius terjadi setara dengan 175,97 di Bumi.

Hal ini berarti satu kali siang dan malam di Merkurius setara dengan hampir dua tahun pada planet tersebut. Ternyata pergantian siang dan malam hanya terjadi sekali tiap dua tahun di Merkurius.

Atmosfer

Tidak seperti Bumi yang memiliki atmosfer tebal, Merkurius memiliki atmosfer yang sangat tipis jika dibandingkan dengan planet lain dalam tata surya.

Baca juga: Neptunus, Planet Pembuat Masalah

 

Hal ini dikarenakan jaraknya yang dekat dengan Matahari sehingga terus-menerus terpapar angin Matahari dalam jumlah besar yang merusak atmosfernya.

Dilansir dari NASA Solar System Exploration, atmosfer tipis Merkurius tersusun atas oksigen, natrium, hidrogen, helium, kalium, dan uap air.

Namun ditemukan juga jejak dari karbon dioksida, argon, xenon, neon, dan krypton di atmosfernya.

Permukaan

solarsystem.nasa.gov Permukaan Merkurius dengan warna aslinya

Permukaan Merkurius selama ini dikenal berwarna abu-abu terang namun sebenarnya memiliki warna coklat, merah, hijau dan biru. Permukaan Merkurius kasar seperti bulan karena banyaknya kawah hasil tabrakan dengan benda langit seperti asteroid, komet ,dan meteor.

Hal ini dikarenakan atmosfer Merkurius yang tipis dan tidak bisa menahan benturan benda langit.

Permukaan Merkurius memiliki suhu yang sangat ekstrem, di mana siang harinya dapat sangat panas setara dengan 430 derajat celcius. Sedangkan malam harinya sangatlah dingin, setara dengan -290 derajat celcius.

Suhu yang sangat ekstrem, hantaman benda langit yang sering, serta angin Matahari dalam jumlah yang sangat besar menjadikan Merkurius tidak mungkin ditinggali oleh manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi