Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Saja Lagu Daerah DKI Jakarta?

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Gischa Prameswari
Ilustrasi lagu daerah DKI Jakarta
|
Editor: Serafica Gischa

KOMPAS.com - DKI Jakarta atau Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan provinsi sekaligus ibukota negara Indonesia.

DKI Jakarta memiliki penduduk asli sejak jaman dahulu yang disebut dengan Suku Betawi. Suku Betawi memiliki banyak kebudayaan dari mulai nyanyian, tarian, senjata tradisional, bahasa, dan upacara adat.

Beberapa contoh nyanyian atau lagu daerah Suku Betawi DKI Jakarta adalah Kicir-Kicir, Ondel-Ondek, Kelap-Kelip, dan Cik Abang. Berikut lirik dan maknanya: 

Lirik lagu Kicir-Kicir:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kicir-kicir ini lagunya
Lagu lama ya tuan dari Jakarta
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja
Untuk menghibur hati nan duka
Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya tuan suka menyanyi
Bialalah kita ya tuan suka menyanyi
Badanlah sehat ya tuan hati gembira
Buah manga enak rasanya
Simanalagi ya tuan paling ternama siapa saya ya tuan rajin bekerja
Pasti menjadi warga berguna

Makna lagu Kicir-Kicir:

Pada lagu Kicir-Kicir terdapat pantun dengan bentuk a-a-a-a dan juga a-b-a-b. Hal ini menunjukkan budaya pantun Melayu yang tumbuh di Suku Betawi.

Baca juga: Lagu Tradisional di Bangka Belitung

Lagu Kicir-Kicir merupakan sebuah penghibur yang berisikan nasihat dalam menjalani kehidupan. Dalam lagu tersebut disebutkan bahwa manusia harus selalu semangat dan berbahagia dalam menjalani kehidupannya walau sedang dilanda kesulitan.

Lagu tersebut juga menasihati pendengarnya agar rajin bekerja dan dapat bermanfaat bagi sesama manusia.

Lirik lagu Ondel-Ondel:

Nyok, kite nonton ondel-ondel
Nyok, kite ngarak ondel-ondel
Ondel-ondel ade anaknye
Anaknye ngigel ter-iteran
Mak bapak ondel-ondel ngibing
Ngarak penganten disunatin
Goyangnye asyik endut-endutan
Nyang ngibing igel-igelan
Plak gumbang gumplak plak plak
Gendang nyaring ditepak
Yang ngiringin nandak pada surak-surak
Tangan iseng ngejailin
Kepale anak ondel-ondel
Taroin puntungan
Rambut kebakaran
Anak ondel-ondel jejingkrakkan
Kepalenye nyale bekobaran
Yang ngarak pade kebingungan
Disiramin aer comberan

Makna lagu Ondel-Ondel:

Lagu Ondel-Ondel adalah lagu pengiring budaya ondel-ondel Suku Betawi. Ondel-ondel adalah sepasang boneka besar (barongan) khas Betawi yang terbuat dari rotan, kayu, dan dihiasi oleh berbagai hiasan.

Baca juga: Mengenal Lagu Daerah Jawa Barat

Mita Purbasari dan kawan-kawan dalam jurnalMembaca Perubahan Tanda Visual dan Makna pada Ondel-Ondel dalam Perkembangan Masyarakat Betawi (2020), menyebutkan bahwa Ondel-Ondel diarak keliling kampung menjadi simbol sukacita dan pengusiran roh jahat pembawa wabah penyakit.

Lagu Ondel-Ondel berisi kemeriahan saat kedua barungan di arak keliling desa. Bagaimana Ondel-Ondel diiringi oleh berbagai macam tabuhan, bagaimana orang bersorak-sorai mengiringi kedatangannya, dan bagaimana keriuhan yang sering terjadi saat Ondel-Ondel dipertunjukan.

  • Lagu Kelap Kelip

Lirik lagu Kelap Kelip:

Kelap kelip lampu di kapal anak kapal main sekoci
Air mata jatuh di bantal, aduh yang dinanti belum kembali
Pulau Pandan jauh di tengah di balik Pulau Angsalah Dua
Hancur badan di kandung tanah amboi, budi baik terkenang jua
Dalam hujan bajuku basah jalan-jalan di pinggir kali
Biar kini kita berpisah sayang, lain kali jumpa kembali

Makna lagu Kelap Kelip:

Lagu Kelap Kelip memiliki makna yang sedih, yaitu penantian seseorang akan pujaan hatinya yang pergi dan belum juga kembali.

Dalam lagunya juga terdapat lirik “Pulau Pandan jauh di tengah di balik Pulau Angsalah Dua, Hancur badan di kandung tanah amboi, budi baik terkenang jua” yang merupakan pantun orang Minang daerah Padang.

Kekasih yang ditungggu sedang berlayar jauh, mungkin ke Pulau Pandan yang berada jauh setelah Pulau Angsalah Dua di kota Pariaman Sumatera Barat.

Baca juga: Jibeak Awieo dan Lalan Belek, Lagu daerah di Bengkulu

  • Lagu Cik Abang

Lirik lagu Cik Abang:

Buat apa berkain batik tulis
Jikalau tidak serta selendang kebaya
Buat apa bermuka-muka manis
Jikalau memang tidak ya jiwa manis indung disayang
Jikau tidak jujur hatinya
Kalau cik abang ke pasar minggu
Janganlah lupa beli papaya
Kalau cik abang berkawan baru
Janganlah lupa kawan yang lama

Makna lagu Cik Abang:

Lagu Cik Abang adalah lagu daerah Jakarta khas Suku Betawi yang berisikan nasihat dalam menjalani kehidupan.

Tuti Tarwiyah dalam jurnal berjudul Analisis Nilai-Nilai Pendidikan dalam Lagu-Lagu Daerah Betawi (2004) menyebutkan bahwa lagu Cik Abang berisi nasihat bahwa dalam hidup yang terpenting adalah kejujuran hati dan dalam pertemanan kita tidak boleh melupakan teman lama walaupun telah memiliki teman baru.

Lagu Cik Abang sering dinyanyikan oleh anak-anak sebagai bentuk pembelajaran dan bekal menjalani kehidupan. Agar kelak mereka menjadi pribadi yang setia kawan dan jujur.

Baca juga: Lagu Tradisional di Banten

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi