KOMPAS.com - Tumbuhan paku atau Pteridophyta termasuk tumbuhan kormus berspora. Karena tumbuhan ini memiliki akar, batang, daun sejati dan menghasilkan spora.
Agar bisa mempertahankan kehidupannya, tumbuhan paku melakukan proses metagenesis. Proses ini menjadi cara bagi tumbuhan paku untuk melakukan proses perkembangbiakan.
Pengertian metagenesis tumbuhan paku
Menurut Balai Penelitian Kehutanan Manado dalam buku Mengenal Beberapa Jenis Tumbuhan Paku di Kawasan Hutan Payahe Taman Nasional Aketajawe Lolobata Maluku Utara (2009), metagenesis tumbuhan paku merupakan daur hidup atau pergiliran keturunan tumbuhan paku, yang terdiri atas dua fase utama, yakni gametofit serta sporofit.
Mengutip dari buku Botani Tumbuhan Rendah (2014) karya Hasanuddin Mulyadi, tumbuhan paku dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual menggunakan rhizoma serta bentuk spora (sporofit). Sedangkan seksual dengan pembentukan gamet (gametofit).
Baca juga: Ciri Khusus Tumbuhan Teratai dan Fungsinya
Jenis dan skema metagenesis tumbuhan paku
Metagenesis tumbuhan paku bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni homospora atau isospor serta heterospor. Kedua jenis ini memiliki perbedaan pada ukuran spora yang dihasilkan. Perbedaan keduanya juga terlihat pada skema metagenesisnya.
- Skema metagenesis tumbuhan paku homospora atau iospor
Pada skema metagenesis homospor, tumbuhan paku akan menghasilkan spora dengan ukuran yang sama untuk spora jantan serta betina. Contohnya Lycopodium sp. (paku kawat).
Pada metagenesis tumbuhan paku homospor, proses perkembangbiakan dimulai dengan spora. Setelah itu spora akan menghasilkan protalium.
Kemudian membentuk anteridium serta arkegonium, yang berguna untuk pembentukan spermatozoid dan ovum. Proses metagenesis ini terus berulang.
Baca juga: Contoh Gerak Tumbuhan
- Skema metagenesis tumbuhan paku heterospor
Pada skema metagenesis heterospor, tumbuhan paku akan menghasilkan spora dengan ukuran berbeda untuk jantan dan betina.
Mikrospora sebutan untuk spora berkelamin jantan dan berukuran kecil. Sedangkan makrospora sebutan untuk spora berkelamin betina dan berukuran besar. Contohnya Selaginella sp. (paku rane).
Pada metagenesis paku heterospor, proses perkembangbiakan diawali dengan mikrospora dan makrospora. Kemudian membentuk mikroprotalium dan makroprotalium.
Setelah itu keduanya akan menghasilkan anteridium dan arkegonium untuk pembentukan spermatozoid serta ovum.
Contoh lainnya, Semanggi tergolong tumbuhan paku yang heterospor. Semanggi menghasilkan spora dengan bentuk dan jenis yang berbeda.
Baca juga: Apa Itu Etiolasi pada Tumbuhan?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.