Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandi Morse: Rumus, Sejarah, Contoh, dan Cara Menghafal

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Gischa Prameswari
Ilustrasi sandi morse
|
Editor: Serafica Gischa

KOMPAS.com - Dalam kegiatan pramuka, sandi morse tentunya sudah tidak asing lagi. Sandi morse merupakan salah satu sandi dari sekian banyak sandi di pramuka. Sejak dulu hingga saat ini, sandi morse masih terus digunakan sebagai alat komunikasi.

Tidak hanya sebagai alat komunikasi, sandi morse sering dipakai juga dalam mengirim pesan rahasia. Untuk pesan dan kodenya dapat disesuaikan dengan kesepakatan antara pemberi serta penerima pesan.

Rumus sandi morse

Mengutip dari Buku Panduan Pramuka Siaga (2015) karya Agus S. Dani dan Budi Anwari, sandi morse dapat dilakukan dengan suara (menggunakan peluit), sinar (menggunakan senter), tulisan (menggunakan titik (.) dan setrip (-)), serta bendera.

Sandi morse terdiri atas kombinasi titik (.) dan setrip (-) dengan makna berupa huruf abjad dan susunan angka. Dalam aktivitas pramuka, biasanya sandi morse diberikan dengan memakai peluit yang ditiup.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca juga: Tingkatan Pramuka Penggalang

Untuk titik (.), biasanya peluit ditiup pendek dengan perbandingan beberapa ketukan. Sedangkan setrip (-), peluit ditiup lebih panjang dengan ketukan yang lebih panjang.

Berikut merupakan rumus sandi morse:

Wikimedia Commons/F1jmm Sandi Morse dalam pramuka

Sejarah sandi morse

Menurut Agus S. Dani dan Budi Anwari dalam Buku Panduan Pramuka Penggalang (2015), nama Morse diambil dari nama penemu sandi ini, yakni Samuel Morse. Ia menemukan cara agar tiap manusia tetap dapat saling berhubungan atau berkomunikasi.

Samuel Morse menemukan cara ini pada 1837. Namun, baru digunakan pada 1851 dalam konferensi internasional. Awalnya, ia bersama asistennya memperlihatkan cara kerja perangkat telegraf dengan memakai kode alfabet khusus, yang sekarang dikenal sandi morse.

Sandi morse yang dulunya ditemukan oleh Samuel Morse berbeda dengan yang sekarang kita gunakan. Perbedaan itu terletak pada jeda, setrip, dan titik. Hingga saat ini, sandi morse yang digunakan merupakan hasil ketetapan resmi dari konferensi internasional pada 1851.

Contoh sandi morse

Agar lebih mudah memahaminya, mari kita simak contoh di bawah ini:

. - / -.- / ..- = aku
.- / -.. / .- / .-.. / .- / .... = adalah
. . . / . / - - - / .-. / .- / -. / --. = seorang
- - / ..- / .-. / . . / -.. = murid

Baca juga: Motto Gerakan Pramuka Beserta Fungsi dan Manfaatnya

Cara menghafal sandi morse

Berikut merupakan cara mudah menghafal sandi morse:

Kompas.com/VANYA KARUNIA MULIA PUTRI Cara menghapal sandi morse

Petunjuk penggunaan

  1. Gambar di atas terbagi menjadi dua bagian.
  2. Cara membacanya dari atas ke bawah.
  3. Bagian kotak berwarna putih merupakan kode titik (.), sedangkan kotak yang diarsir berwarna biru merupakan kode setrip (-).
  4. Contohnya jika menunjukkan satu kali titik, berarti huruf E. Apabila dua kali titik, berarti huruf I, dan seterusnya. Contoh lainnya jika biru-biru-putih, berarti dua setrip satu titik ( - - .), menunjukkan huruf G, dan seterusnya.
  5. Perlu diingat, bagian kotak sebelah kiri selalu diawali dengan blok titik (kotak berwarna putih). Sedangkan blok kanan selalu diawali dengan blok setrip (kotak berwarna biru).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua
Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi