Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengaruh Budidaya Perikanan terhadap Aspek Budaya

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Saluran irigasi di Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang dahulu dipenuhi sampah kini disulap menjadi tempat budi daya ikan, Kamis (22/10/2020).
|
Editor: Serafica Gischa

KOMPAS.com – Budidaya perikanan merupakan kegiatan pembiakan ikan dan juga organisme air lainnya sepertik udang, kepiting, juga kerang sebagai kegiatan ekonomi.

Budidaya memberikan pengaruh pada aspek budaya. Apa saja pengaruh usaha budidaya perikanan terhadap aspek budaya?

Pengaruh budidaya ikan terhadap aspek budaya

Berikut beberapa pengaruhnya: 

Keberagaman ikan di laut tetap terjaga

Pengaruh budidaya perikanan terhadap aspek budaya adalah terjaganya keberagaman sumber daya alam baik ikan, organisme laut, dan lingkungan sekitarnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hal ini karena budidaya perikanan dapat melestarikan keberagaman ikan dan menjaga kualitas lingkungan di sekitar budidaya tetap seimbang sehingga tidak kesehatan ikan tetap terjaga.

Menurut J. Acheson dalam buku Anthropology of Fishing (1981) manajemen perikanan berusaha meningkatkan produksi ikan dan melindungi sumber daya yang dikesploitasi dengan mengurangi pengerahan secara fisik, usaha, dan kerja dalam rangka memperoleh hasil maksimum dan berkelanjutan.

Baca juga: Pengaruh Budidaya Perikanan terhadap Sumber Daya

Terjaganya kelestarian budaya budidaya tradisional

Budidaya perikanan juga menjaga kelestarian budaya budidaya tradisional seperti penggunaan kolam tradisional, tambak tradisional, dan juga keramba.

Terjaganya jumlah profesi nelayan

Kebanyakan profesi nelayan dinilai tidak menjanjikan karena kecilnya pendapatan juga adanya musim paceklik yang membuat nelayan tidak bisa melaut.

Sehingga kebanyakan anak di daerah nelayan enggan terjun dalam profesi tersebut untuk meneruskan usaha orang tuanya.

Namun dengan adanya budidaya perikanan, usaha nelayan menjadi lebih pasti dan menjanjikan.

Hal ini bisa menjaga jumlah profesi nelayan yang juga berarti menjaga ketersediaan bahan pangan hasil laut bagi kebutuhan nasional.

Baca juga: Perhitungan Biaya Budidaya Tanaman Hias

Etos kerja yang lebih tinggi

Sebelum adanya budidaya perikanan, kebanyakan masyarakat nelayan mencari ikan dengan pergi melaut. Nelayan yang pergi ke laut hanyalah laki-laki sedangkan perempuan tinggal di rumah untuk mengurus urusan rumah tangga.

Menurut Kusnadi dalam jurnal Kebudayaan Masyarakat Nelayan (2010) pekerjaan di laut menjadi ranah laki-laki karena karakteristik pekerjaan ini membutuhkan kemampuan fisik kuat, kecepatan bertindak, dan berisiko tinggi.

Namun dengan adana budidaya perikanan, perempuan bisa ikut turun mengerjakan pekerjaan budidaya. Sehingga urusan mencari nafkah juga rumah tangga dapat dilakukan bersama-sama dan membentuk budaya giat bekerja pada anggota keluarga.

Nelayan juga memiliki masa-masa libur, yaitu pada musim paceklik saat laut berbahaya karena badai maupun saat ikan dinilai sedikit.

Dengan adanya budidaya, ikan selalu tersedia sehingga nelayan bisa bekerja sepanjang waktu. Hal ini meningkatkan etos kerja dalam budaya kerja masyarakat yang melakukan budidaya.

Baca juga: Pertimbangan Wirausaha Budidaya Tanaman Hias

Membentuk budaya belajar

Budidaya ikan membutuhkan keterampilan untuk menghindari kegagalan budidaya seperti ikan mati dan tidak adanya pasar.

Sehingga budidaya perikanan meningkatkan keinginan masyarakat untuk belajar demi keberhasilan budidayanya.

Kementerian PPN/Bappenas dalam buku Kajian Strategi Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (2014) menyebutkan bahwa keterampilan tersebut berupa pengetahuan dan kerampilan dalam menangkap ikan, manajemen usaha, penanganan kualitas ikan, hingga pemasarannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi