KOMPAS.com - Teori uses and gratifications dikemukakan pada 1974 oleh Herbert Blumer, Elihu Katz, dan Michael Gurevitch.
Secara garis besar, teori ini menjelaskan bagaimana media sanggup memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak aktif pengguna media.
Dilansir dari ThoughtCo, teori uses and gratifications memandang khalayak atau pengguna media sebagai agen aktif yang punya kendali atas konsumsi medianya.
Ada dua prinsip yang diusung teori ini, yakni:
- Khalayak aktif dalam memilih media yang akan dikonsumsi
- Khalayak sadar akan alasannya memilih opsi media yang berbeda.
Sederhananya, teori ini berasumsi mengenai apa yang akan dilakukan manusia terhadap media, ketimbang hal yang akan dilakukan media terhadap orang.
Baca juga: 5 Asumsi Dasar Teori Uses and Gratifications
Contoh teori kegunaan dan gratifikasi (uses and gratifications)
Dikutip dari situs Communication Theory, teori kegunaan dan gratifikasi membahas pengaruh media terhadap manusia.
Lebih tepatnya, bagaimana manusia menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, dan akan merasa puas setelah kebutuhannya terpenuhi.
Dalam situs Businesstopia, dituliskan bahwa contoh teori uses and gratifications adalah penyesuaian tontonan dengan kebutuhan khalayak.
Misalnya seseorang sedang membutuhkan hiburan, maka ia akan memilih menonton film atau acara komedi yang dapat menghiburnya.
Setelah menonton, kebuthan orang tersebut akan terpenuhi secara otomatis.
Contoh lainnya, seseorang akan menonton berita atau tayangan informatif untuk memenuhi kebutuhannya akan informasi.
Ini juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Misal, seseorang menggunakan ponsel yang terhubung dengan internet untuk berkomunikasi atau mencari informasi.
Baca juga: Contoh Teori Ketergantungan Media
Berdasarkan contoh di atas, bisa diketahui bahwa manusia akan memilih media dan tontonan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkannya saat itu pula.
Dengan demikian, asumsi pertama teori uses and gratifications yang menyatakan bahwa khalayak aktif serta penggunaan medianya berorientasi pada tujuan, itu benar adanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.