Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Perbedaan Ekonomi Positif dan Normatif

Baca di App
Lihat Foto
KOMPAS.com/Vanya Karunia Mulia Putri
Salah satu perbedaan ekonomi positif dan normatif adalah perspektifnya. Ekonomi positif bersifat obyektif, sementara normatif sifatnya subyektif.
|
Editor: Vanya Karunia Mulia Putri

KOMPAS.com - Ada dua pendekatan penting dalam analisis ilmu ekonomi, yakni ekonomi positif dan normatif.

Ekonomi positif merupakan aliran ilmu ekonomi yang memiliki pendekatan obyektif atau berdasarkan fakta.

Dilansir dari situs Vedantu, ekonomi normatif lebih berfokus pada situasi prospektif atau teoretis yang sifatnya subyektif.

Apa sajakah perbedaan ekonomi positif dan normatif?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengertian

Perbedaan ekonomi positif dan normatif yang pertama adalah pengertiannya.

Ilmu ekonomi positif adalah cabang ilmu ekonomi yang sifatnya obyektif atau berorientasi pada fakta.

Baca juga: Ekonomi Normatif: Pengertian dan Contohnya

Fokus utamanya terletak pada fenomena ekonomi, deskripsi, dan klarifikasi soal perkembangan ekonomi, berikut dengan prospek dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Dilansir dari situs Key Differences, ekonomi normatif adalah cabang ilmu ekonomi yang menggunakan pertimbangan nilai, pendapat, serta keyakinan.

Cabang ilmu ini menggabungkan analisis subyektif dan berfokus pada situasi teoretis. Ekonomi normatif menyarankan bagaimana seharusnya ekonomi beroperasi.

Fungsi

Perbedaan ekonomi positif dan normatif yang kedua adalah fungsinya.

Ekonomi positif sering juga disebut ekonomi murni atau ekonomi deskriptif. Fungsi utamanya, yaitu menganalisis hubungan sebab akibat.

Sementara ekonomi normatif berfungsi untuk melewati penilaian nilai terhadap suatu hal atau karakteristik.

Baca juga: Ekonomi Positif: Pengertian dan Contohnya

Masalah ekonomi

Perbedaan ekonomi positif dan normatif yang ketiga adalah kaitannya dengan masalah ekonomi.

Cabang ilmu ekonomi positif dengan jelas menggambarkan masalah ekonomi. Sementara ekonomi normatif cenderung memberi solusi atas masalah ekonomi berdasarkan nilai.

Perspektif

Perbedaan ekonomi positif dan normatif juga terletak pada perspektifnya.

Ekonomi positif sifatnya obyektif. Karena berfokus pada penyajian pernyataan yang relevan dengan didukung data aktual.

Sedangkan ekonomi normatif bersifat subyektif. Karena fokusnya lebih mengarah pada penyajian pernyataan soal mungkin atau tidaknya suatu hal di masa depan.

Baca juga: Pembagian Ilmu Ekonomi: Positif dan Normatif

Hal yang dipelajari

Dikutip dari situs Investopedia, salah satu perbedaan ekonomi positif dan normatif terletak pada hal yang dipelajari.

Ekonomi positif merupakan cabang ilmu ekonomi yang "apa adanya". Sedangkan ekonomi normatif merupakan cabang ilmu ekonomi yang "seharusnya".

Klarifikasi ekonomi

Perbedaan ekonomi positif dan normatif juga terletak pada klarifikasi ekonominya.

Ilmu ekonomi positif memberi klarifikasi yang bersifat ilmiah dan dapat diperhitungkan. Sedangkan ekonomi normatif lebih didasarkan pada penilaian pribadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman
Tag

Artikel Terkait

Artikel berhasil disimpan
Lihat
Artikel berhasil dihapus dari list yang disimpan
Oke
Artikel tersimpan di list yang disukai
Lihat
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Artikel dihapus dari list yang disukai
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompas.com Play

Lihat Semua

Terpopuler
Komentar
Tulis komentar Anda...
Terkini
Lihat Semua
Jelajahi